ini tahun kedua saya akan melewati tanggal lahir saya dengan cara yang berbeda. tidak menomorsatukan melewatinya dengan papa, mama, dan ketiga adik saya. bagi saya, ini kehilangan yang sangat besar. setelah puasa dan hari raya idul fitri saya juga harus jauh dari mereka, sekarang ditambah dengan hari ketika saya bertambah tua dimana sebelum2nya saya melewatinya dengan cium, peluk dan doa (juga tiup lilin dan nasi kuning - untuk syarat, kata mama).
ulang tahun saya memang belum, tapi setengah yakin pada saat itu saya tidak akan bersama dengan orang-orang yang sangat saya cintai, yang untuknya rela berkorban apa saja.. begini, mungkin sedikit mendapat penghiburan kalau saya tidak melewatinya karena suatu alasan yang dikategorikan force majeure. atau karena jarak yang sangat jauh. atau karena memang keinginan saya murni. atau karena saya berada dalam todongan pistol. tapi ini bukan. ini karena saya bodoh. karena saya tidak bisa bersikap. karena saya meletakkan hal yang salah di atas keluarga saya. setelah saya pikir-pikir, mungkin memang saya berada dalam todongan pistol.
teman saya, indi adrian hendirheza, beberapa hari yang lalu mengingatkan bahwa mungkin kita sudah terlalu jauh melupakan orang tua dan adik-adik kita tanpa kita sadar dan meletakkan hal yang salah sebagai alasan mengorbankannya. mungkin dia benar. tapi kapan saya berani ya..?
saya tidak minta kado ratusan juta. sungguh. saya hanya ingin ulang tahun saya dilewati dengan orang-orang yang saya cintai. memiliki mereka penuh pada hari itu.
Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts
Wednesday, July 18, 2007
Monday, May 21, 2007
Papa kepada Anak Perempuannya
Kisah seorang Papa yang melarutkan rindu kepada anak perempuannya dalam sapa di dalam hati:
"Dari dulu kamu bertekad kuat, Nak..
Ingat.., ketika setelah setahun setengah mama menyapihmu, kamu meninggalkan rumah dan menyusuri jalan ramai karena ingin sekolah? Kamu menangis dalam pelukan mamamu karena tidak ingin pulang. Teriak histeris di pinggir jalan. Kamu bilang kamu ingin segera pintar.. Esok harinya kamu begitu bosan karena taman kanak-kanak ternyata tak menantangmu sama sekali.. Tapi tekadmu selalu kuat untuk mengejar maumu..
Dari dulu kamu selalu berani, Nak..
Ingat.., ketika kamu dikeroyok tiga teman laki-laki sebaya waktu usiamu baru enam tahun? Kamu memenangkannya, tapi Papa baru tahu setelah beberapa hari lewat. Kemudian ketika kamu lebih besar sedikit kamu diancam laki-laki yang mengacungkan pistolnya? Ingatkah kamu, Nak..? Tak sedikitpun Papa ragukan keberanianmu.. Anak Papa yang tidak pernah takut apapun ketika ia benar. Walaupun ketika mendengar sedikit saja Papa membentak, kamu bisa takut dan menangis sejadi-jadinya..
Dari dulu kamu mampu melakukannya sendiri, Nak..
Ingat.., ketika baru beberapa hari kamu berseragam putih-merah, kamu pergi berjalan kaki sendiri dan Papa temani kamu di samping dengan motor dinas? Kamu bilang Papa jahat.. Kamu bilang kamu akan pingsan.. Kamu bilang kamu kepanasan.. Kamu pun menahan tangis sepanjang perjalanan dan berdiam tak menyapa Papa. Tahu kamu, Nak? Papa pun menangis melakukannya. Anak perempuan Papa yang tidak seinchipun Papa rela kamu susah dan terluka.. Dan kamu pun berhasil melakukannya sendiri..
Dan dari dulu kamu selalu tulus mencinta, Nak..
Papa, Mama, adik-adikmu.. Tidak pernah tidak merasakan cintamu.. Anak Papa yang memaafkan.. Anak Papa yang begitu kasih.. Anak Papa yang akan melakukan apapun demi yang dicintainya.. Anak Papa yang semua milik Papa terbaik rela Papa berikan..
Jadi Nak..,
kalau kamu ada di persimpangan,
kalau kamu sendiri dan gelap,
kalau kamu tergoda amarah..
Ingatlah Nak..,
Untuk tetap bertekad kuat, berani, dan mampu melakukannya sendiri.. Lawanlah dunia, Sayang.. Dengan rasa cintamu.."
----
sebenarnya sudah ditulis sebagian besar dari jauh-jauh hari.. cuman ndak sanggup menyelesaikannya.
didedikasikan kepada 3 orang laki-laki yang over protective terhadapku.. My Love, My Dad, My Brother..
i miss u all.. so much!
"Dari dulu kamu bertekad kuat, Nak..
Ingat.., ketika setelah setahun setengah mama menyapihmu, kamu meninggalkan rumah dan menyusuri jalan ramai karena ingin sekolah? Kamu menangis dalam pelukan mamamu karena tidak ingin pulang. Teriak histeris di pinggir jalan. Kamu bilang kamu ingin segera pintar.. Esok harinya kamu begitu bosan karena taman kanak-kanak ternyata tak menantangmu sama sekali.. Tapi tekadmu selalu kuat untuk mengejar maumu..
Dari dulu kamu selalu berani, Nak..
Ingat.., ketika kamu dikeroyok tiga teman laki-laki sebaya waktu usiamu baru enam tahun? Kamu memenangkannya, tapi Papa baru tahu setelah beberapa hari lewat. Kemudian ketika kamu lebih besar sedikit kamu diancam laki-laki yang mengacungkan pistolnya? Ingatkah kamu, Nak..? Tak sedikitpun Papa ragukan keberanianmu.. Anak Papa yang tidak pernah takut apapun ketika ia benar. Walaupun ketika mendengar sedikit saja Papa membentak, kamu bisa takut dan menangis sejadi-jadinya..
Dari dulu kamu mampu melakukannya sendiri, Nak..
Ingat.., ketika baru beberapa hari kamu berseragam putih-merah, kamu pergi berjalan kaki sendiri dan Papa temani kamu di samping dengan motor dinas? Kamu bilang Papa jahat.. Kamu bilang kamu akan pingsan.. Kamu bilang kamu kepanasan.. Kamu pun menahan tangis sepanjang perjalanan dan berdiam tak menyapa Papa. Tahu kamu, Nak? Papa pun menangis melakukannya. Anak perempuan Papa yang tidak seinchipun Papa rela kamu susah dan terluka.. Dan kamu pun berhasil melakukannya sendiri..
Dan dari dulu kamu selalu tulus mencinta, Nak..
Papa, Mama, adik-adikmu.. Tidak pernah tidak merasakan cintamu.. Anak Papa yang memaafkan.. Anak Papa yang begitu kasih.. Anak Papa yang akan melakukan apapun demi yang dicintainya.. Anak Papa yang semua milik Papa terbaik rela Papa berikan..
Jadi Nak..,
kalau kamu ada di persimpangan,
kalau kamu sendiri dan gelap,
kalau kamu tergoda amarah..
Ingatlah Nak..,
Untuk tetap bertekad kuat, berani, dan mampu melakukannya sendiri.. Lawanlah dunia, Sayang.. Dengan rasa cintamu.."
----
sebenarnya sudah ditulis sebagian besar dari jauh-jauh hari.. cuman ndak sanggup menyelesaikannya.
didedikasikan kepada 3 orang laki-laki yang over protective terhadapku.. My Love, My Dad, My Brother..
i miss u all.. so much!
Bandung: Bersekat!!
biasanya sih kalau kita menemui sebuah nama kota yang disandingkan dengan kata lainnya, sekian dari sejumlah orang (he3.., mohon maaf ya.. saya tidak jago berstatistik ataupun mencari temuan-temuan survey, jadi angka yang seharusnya ada, saya ganti dengan "sekian" dan "sejumlah") akan berasumsi bahwa kata selain nama kota tersebut adalah suatu slogan atau akronim yang dibuat untuk menggambarkan kota itu. tapi kali ini bukan saya mau menggantikan berhiber (bersih -- ?? --, hijau -- oleh FO?--, berbunga -- geulis-geulis ceunah --) nya bandung.
jadi begini. selama ini saya dengan adik terkecil saya yang beda usianya dua puluh tahun itu mati-matian berusaha melakukan penyesuaian supaya tidak ada gap dalam berinteraksi. adik saya tentu tidak boleh dipaksa yang menjadi pihak yang menyesuaikan. jadilah saya yang rigid dan teoritis berusaha untuk menjadi fleksibel dan operasional. agak capek sebenarnya. tapi dapat membuahkan hasil.
sebagai contoh, dulu ketika kami sedang nonton black hawk down dengan sepupu, adik saya bertanya mengenai gerakan helikopternya. rupanya dulu saya pernah bilang suatu kata "manouver" untuk menjelaskan atraksi pesawat terbang dan dia lupa kata itu ketika ingin mengomentari salah satu adegan. adik saya baru tiga tahunan. sepupu saya, fani, terkaget-kaget dan mengkritik saya. katanya bahasa saya terlalu tinggi. saya balas, loh bagaimana dengan anak-anak diluar sana yang ikut play group dan sekolah internasional, akses internet 24 jam, orang tua yang hi-tech dan global? apakah adik saya yang anak kampung dengan orangtua dan kakak-kakak kampung, salah untuk punya kata-kata hebatnya orang pintar? waktu itu sih sebenarnya saya tidak punya konsep besar tentang bagaimana mendidik dan membesarkan adik saya karena merasa tanggung jawab itu lebih banyak ada di ibu saya. tapi ada juga konsep-konsep kecil yang saya terapkan. tidak full dan sering dapat gangguan dari ibunda ("ndak tega, nak"; "aduh, mama lupa"; "biarin aja lah") tapi mencoba lah. *wakz, adikku kelinci percobaan*
jadi tentang kata-kata sulit, ternyata adik saya lama-lama terbiasa. sebulan terakhir ini saya dan dia punya permainan, yang kita sebut Sebut Kata (SEKAT). murni dia yang mengusulkan cara permainan. ide nama tentu dari saya. jadi adik saya ini pada dasarnya suka teka-teki dan konsep menang-kalah (kakaknya banget ya..?he3). caranya kami secara bergantian menyebutkan kata-kata dalam bahasa indonesia yang memiliki awalan dan akhiran suatu suku kata yang telah disepakati. misalnya kami bersepakat menyebut kata yang berakhiran "ta", maka saya akan menyebut: CINTA (ini kata yang saya pilih), eh adik saya ganti menyebut CITA (saya bingung dari mana dia menemukan kata ini?). begitu seterusnya. yang menarik adalah cara saya ketika kata-kata semakin sedikit dan sulit, saya mencarinya secara alfabetis. dan itupun dia tiru. karena saya rigid, seringkali kata-kata yang lebih dari dua suku kata lewat begitu saja, eh ditemukan adik saya. kemarin ketika SEKAT akhiran "ra", semua kata yang akhirannya "ara" sudah saya tambahi sebuah konsonan dari b-z. eh, adik saya itu bisa saja menemukan kata seperti: tenggara, payudara, menara. wakss!!!
saya tidak bilang adik saya pintar. tapi saya bangga bahwa ternyata adik saya tidak sebodoh saya waktu usia 8 tahun. iya, adik saya tidak ranking satu, bahasa inggris nya juga sebatas tebakan (apa bahasa inggrisnya "saya", "bulan", "kunci"? i.. moon.. key.. *kena saya deh*), prestasi olahraga atau keseniannya tidak ada, tapi bermain SEKAT dengan dia menyenangkan dan mengelus hati loh..
apalagi, jujur.. dalam beberapa kali bermain SEKAT dia sempat menang. waktu itu karena lagi kalut (halah.., alasan), saya tidak menemukan suatu kata pun setelah hampir 15 menit dan menyerah. dua kali adik saya menang.
begitulah.. saya sekarang merindukannya untuk BERmain SEbut KATa - bersekat. saya memang sempat menunjukkan bagaimana cara membaca kamus. tapi secara dua kamus - kamus besar bahasa indonesia dan kamus tesaurus - ada di saya sementara adik saya di bandung, bagaimana dia berlatih ya..?
-------
ini oleh-oleh dari bandung.. malaikat-malaikat kecil ku..
jadi begini. selama ini saya dengan adik terkecil saya yang beda usianya dua puluh tahun itu mati-matian berusaha melakukan penyesuaian supaya tidak ada gap dalam berinteraksi. adik saya tentu tidak boleh dipaksa yang menjadi pihak yang menyesuaikan. jadilah saya yang rigid dan teoritis berusaha untuk menjadi fleksibel dan operasional. agak capek sebenarnya. tapi dapat membuahkan hasil.
sebagai contoh, dulu ketika kami sedang nonton black hawk down dengan sepupu, adik saya bertanya mengenai gerakan helikopternya. rupanya dulu saya pernah bilang suatu kata "manouver" untuk menjelaskan atraksi pesawat terbang dan dia lupa kata itu ketika ingin mengomentari salah satu adegan. adik saya baru tiga tahunan. sepupu saya, fani, terkaget-kaget dan mengkritik saya. katanya bahasa saya terlalu tinggi. saya balas, loh bagaimana dengan anak-anak diluar sana yang ikut play group dan sekolah internasional, akses internet 24 jam, orang tua yang hi-tech dan global? apakah adik saya yang anak kampung dengan orangtua dan kakak-kakak kampung, salah untuk punya kata-kata hebatnya orang pintar? waktu itu sih sebenarnya saya tidak punya konsep besar tentang bagaimana mendidik dan membesarkan adik saya karena merasa tanggung jawab itu lebih banyak ada di ibu saya. tapi ada juga konsep-konsep kecil yang saya terapkan. tidak full dan sering dapat gangguan dari ibunda ("ndak tega, nak"; "aduh, mama lupa"; "biarin aja lah") tapi mencoba lah. *wakz, adikku kelinci percobaan*
jadi tentang kata-kata sulit, ternyata adik saya lama-lama terbiasa. sebulan terakhir ini saya dan dia punya permainan, yang kita sebut Sebut Kata (SEKAT). murni dia yang mengusulkan cara permainan. ide nama tentu dari saya. jadi adik saya ini pada dasarnya suka teka-teki dan konsep menang-kalah (kakaknya banget ya..?he3). caranya kami secara bergantian menyebutkan kata-kata dalam bahasa indonesia yang memiliki awalan dan akhiran suatu suku kata yang telah disepakati. misalnya kami bersepakat menyebut kata yang berakhiran "ta", maka saya akan menyebut: CINTA (ini kata yang saya pilih), eh adik saya ganti menyebut CITA (saya bingung dari mana dia menemukan kata ini?). begitu seterusnya. yang menarik adalah cara saya ketika kata-kata semakin sedikit dan sulit, saya mencarinya secara alfabetis. dan itupun dia tiru. karena saya rigid, seringkali kata-kata yang lebih dari dua suku kata lewat begitu saja, eh ditemukan adik saya. kemarin ketika SEKAT akhiran "ra", semua kata yang akhirannya "ara" sudah saya tambahi sebuah konsonan dari b-z. eh, adik saya itu bisa saja menemukan kata seperti: tenggara, payudara, menara. wakss!!!
saya tidak bilang adik saya pintar. tapi saya bangga bahwa ternyata adik saya tidak sebodoh saya waktu usia 8 tahun. iya, adik saya tidak ranking satu, bahasa inggris nya juga sebatas tebakan (apa bahasa inggrisnya "saya", "bulan", "kunci"? i.. moon.. key.. *kena saya deh*), prestasi olahraga atau keseniannya tidak ada, tapi bermain SEKAT dengan dia menyenangkan dan mengelus hati loh..
apalagi, jujur.. dalam beberapa kali bermain SEKAT dia sempat menang. waktu itu karena lagi kalut (halah.., alasan), saya tidak menemukan suatu kata pun setelah hampir 15 menit dan menyerah. dua kali adik saya menang.
begitulah.. saya sekarang merindukannya untuk BERmain SEbut KATa - bersekat. saya memang sempat menunjukkan bagaimana cara membaca kamus. tapi secara dua kamus - kamus besar bahasa indonesia dan kamus tesaurus - ada di saya sementara adik saya di bandung, bagaimana dia berlatih ya..?
-------
ini oleh-oleh dari bandung.. malaikat-malaikat kecil ku..
Tuesday, March 20, 2007
..:: ASD ::..
entah karena aku begitu bodoh, atau imajinasiku terlalu jauh, alhasil setelah sekitar 8 bulan aku baru tahu apa itu ASD.
ngg.., postingan ini si murni pribadi, jd kamu pun ndak akan bisa bermain tebak kata, menjadi sok pintar, atau memberikan tangan untuk membantu menemukan apa arti dari ASD. tapi satu hal kenapa aku ingin sekali menulis ttg ini adalah krn dari kejadian inilah aku kembali disadarkan untuk lebih empati, menggunakan hati dan membuang ego.
adalah adikku yang bungsu yang selalu menuliskan ASD sbg nama pemain dalam game yang dimainkannya di handphone, PC, notebook dan PS nya. pertama kali aku langsung bertanya pada anak usia 7th (waktu itu) apakah ASD itu bermakna sesuatu. dia hanya menggeleng. aku katakan bahwa tidak mungkin itu adalah singkatan namanya. dia hanya senyum sambil cuek meneruskan aktivitasnya saat itu. rasa penasaranku semakin menjadi. ketika ada kesempatan ke bandung berikutnya aku pancing lagi.
"ada anak cewek cantik nggak dek di kelas adek?" adikku menggeleng.
"kl cewek yang pinter?" adikku kembali menggeleng.
jadi siapa ya..??
agak bingung dan geregetan dibuatnya. adikku yang usianya terpaut sangat jauh (19.5th) dan nggak jarang aku posisikan sebagai anak drpd adik, ternyata bukan menjadi orang yang mudah kukenali lagi. dahulu, begitu mudah merasakan ketika hatinya "kena" dan sakit krn aku marahi. atau ketika dia begitu bandel dan keras kepala meminta sesuatu kdg kala aku tau mana yg bisa ditawar mana yg tidak. atau ketika dua minggu sblm sy menikah, adik kecilku itu masuk ugd dan trombositnya smkn melemah hingga 26ribu, aku menjadi lumpuh sekali dan terpikirkan untuk menunda semuanya.
tapi sekarang, untuk mengetahui apa itu ASD, aku menjadi tolol sekali.
kemudian aku berusaha belajar untuk mengenali adik adi lagi. dia suka michael ballack (mmhh.., tidak ada unsur ballack tampaknya dalam ASD), kemudian petr cezh (ASD.. petr cezh, tidak.. tidak..), mobil balap, game grand theft auto, maglev (magnet train), boeing, airbus. semua yg di kepalaku tentang kesukaannya aku otak-atik. aku browsing di internet, ikut bersamanya bermain, kadang-kadang nyeletuk untuk memancing. pokoknya melakukan usaha apapun untuk mengkonfirmasi dugaanku ttg apa itu ASD. tp dia masih diam dan menggeleng.
kemarin, waktu kami menginstall game baru di notebook, aku memeluknya sambil menunggu game itu terinstall dengan sempurna. krn agak lama, adik kecilku itu bosan dan meninggalkan aku n notebook. sebenernya ada rasa kecewa krn aku yang sedang damai memeluk kemudian ditinggalkan begitu saja. kemudian ketika masuk ke dalam game nya dan diminta untuk menulis nama player, aku seketika menulis ASD. seketika pula aku mendapatkan jawabannya sekaligus.
begitu sederhana. ASD.. Adi Sayang Dini.
aku langsung mendatangi adikku itu. aku peluk n ciumi. kubilang aku berhasil mengetahui apa itu ASD.
"apa?" katanya menantang.
"Adi Sayang Dini" seruku.
dan adikku itu mengangguk dan tersenyum. hepiii banget rasanya. ternyata tidak perlu pintar, tidak perlu dermawan, tidak perlu menggunakan topeng apapun untuk mengetahui kebenaran yang disampaikan anak kecil. cuman perlu jujur dan membiarkan hati kita disentuh. maka terbuka lah semuanya.
---
cerita ini aku dedikasikan kepada 2 malaikat kecil yang kutemui sabtu-senin dan membuatku belajar banyak dalam long weekend ini.
maaf ya Sayang.., krn kita masih belum bisa sering bersama.
smg Allah mencintai malaikat-malaikatku ini dan melindunginya selalu. amin..
ngg.., postingan ini si murni pribadi, jd kamu pun ndak akan bisa bermain tebak kata, menjadi sok pintar, atau memberikan tangan untuk membantu menemukan apa arti dari ASD. tapi satu hal kenapa aku ingin sekali menulis ttg ini adalah krn dari kejadian inilah aku kembali disadarkan untuk lebih empati, menggunakan hati dan membuang ego.
adalah adikku yang bungsu yang selalu menuliskan ASD sbg nama pemain dalam game yang dimainkannya di handphone, PC, notebook dan PS nya. pertama kali aku langsung bertanya pada anak usia 7th (waktu itu) apakah ASD itu bermakna sesuatu. dia hanya menggeleng. aku katakan bahwa tidak mungkin itu adalah singkatan namanya. dia hanya senyum sambil cuek meneruskan aktivitasnya saat itu. rasa penasaranku semakin menjadi. ketika ada kesempatan ke bandung berikutnya aku pancing lagi.
"ada anak cewek cantik nggak dek di kelas adek?" adikku menggeleng.
"kl cewek yang pinter?" adikku kembali menggeleng.
jadi siapa ya..??
agak bingung dan geregetan dibuatnya. adikku yang usianya terpaut sangat jauh (19.5th) dan nggak jarang aku posisikan sebagai anak drpd adik, ternyata bukan menjadi orang yang mudah kukenali lagi. dahulu, begitu mudah merasakan ketika hatinya "kena" dan sakit krn aku marahi. atau ketika dia begitu bandel dan keras kepala meminta sesuatu kdg kala aku tau mana yg bisa ditawar mana yg tidak. atau ketika dua minggu sblm sy menikah, adik kecilku itu masuk ugd dan trombositnya smkn melemah hingga 26ribu, aku menjadi lumpuh sekali dan terpikirkan untuk menunda semuanya.
tapi sekarang, untuk mengetahui apa itu ASD, aku menjadi tolol sekali.
kemudian aku berusaha belajar untuk mengenali adik adi lagi. dia suka michael ballack (mmhh.., tidak ada unsur ballack tampaknya dalam ASD), kemudian petr cezh (ASD.. petr cezh, tidak.. tidak..), mobil balap, game grand theft auto, maglev (magnet train), boeing, airbus. semua yg di kepalaku tentang kesukaannya aku otak-atik. aku browsing di internet, ikut bersamanya bermain, kadang-kadang nyeletuk untuk memancing. pokoknya melakukan usaha apapun untuk mengkonfirmasi dugaanku ttg apa itu ASD. tp dia masih diam dan menggeleng.
kemarin, waktu kami menginstall game baru di notebook, aku memeluknya sambil menunggu game itu terinstall dengan sempurna. krn agak lama, adik kecilku itu bosan dan meninggalkan aku n notebook. sebenernya ada rasa kecewa krn aku yang sedang damai memeluk kemudian ditinggalkan begitu saja. kemudian ketika masuk ke dalam game nya dan diminta untuk menulis nama player, aku seketika menulis ASD. seketika pula aku mendapatkan jawabannya sekaligus.
begitu sederhana. ASD.. Adi Sayang Dini.
aku langsung mendatangi adikku itu. aku peluk n ciumi. kubilang aku berhasil mengetahui apa itu ASD.
"apa?" katanya menantang.
"Adi Sayang Dini" seruku.
dan adikku itu mengangguk dan tersenyum. hepiii banget rasanya. ternyata tidak perlu pintar, tidak perlu dermawan, tidak perlu menggunakan topeng apapun untuk mengetahui kebenaran yang disampaikan anak kecil. cuman perlu jujur dan membiarkan hati kita disentuh. maka terbuka lah semuanya.
---
cerita ini aku dedikasikan kepada 2 malaikat kecil yang kutemui sabtu-senin dan membuatku belajar banyak dalam long weekend ini.
maaf ya Sayang.., krn kita masih belum bisa sering bersama.
smg Allah mencintai malaikat-malaikatku ini dan melindunginya selalu. amin..
Wednesday, March 14, 2007
tentang anak (lagi)..
semalaman ini aku teringat lagi tentang anak(ku)..
dalam caranya menyentuh ingat dan pikirku, dia: anakku, Yang Tak Ternilai, memang tak pernah bertoleransi. tanpa tedeng aling-aling, sering dia menyergapku smp membuatku sesak dan rasa mau mati. kadang dia hanya menyapa dan menjeratku dalam lembut yang kemudian membuatku mengurai air mata dengan rasa manis getir. beberapa detik lalu.., aku mengingat dan memikirkannya. aku hanya begitu menginginkannya. agak sesak. agak menangis. tapi lebih suka cita karena harapan memilikinya yang sejenak kemudian berubah seluruhnya menjadi hampa. karena anakku masih mimpiku.
hampir yakin sekali aku tidak pernah protes padaNYA kenapa anakku belum ada dalam dekapku. melihat ibu muda yang lalai pada anaknya karena alasan sindroma baby blues memang memancing amarah wl entah siapa yang bersalah. menyaksikan ibu yang melacurkan masa kanak dan tumbuh anaknya karena alasan keuangan memang ingin kutembak sampai berdarah. tapi untuk protes padaNYA karena anakku belum ada dalam dekapku?
tidak..
cintaku pada anakku absolut. dan tak tercemarkan. kini baik hingga saat DIA memberikan anakku padaku.., menjaganya.., sampai kelak aku dipisahkan darinya, yang kuinginkan hanya memberi seluruh aku. aku yang dipanggil mama oleh anakku.
9:27pm march 13, 2007
----
soundtrack:
hv you ever needed someone so bad?
hv you ever wanted someone you just couldn't have?
Did you ever try so hard that your world just fell apart?
hv you ever needed someone so bad?
(def leppard - have u ever needed someone so bad)
dalam caranya menyentuh ingat dan pikirku, dia: anakku, Yang Tak Ternilai, memang tak pernah bertoleransi. tanpa tedeng aling-aling, sering dia menyergapku smp membuatku sesak dan rasa mau mati. kadang dia hanya menyapa dan menjeratku dalam lembut yang kemudian membuatku mengurai air mata dengan rasa manis getir. beberapa detik lalu.., aku mengingat dan memikirkannya. aku hanya begitu menginginkannya. agak sesak. agak menangis. tapi lebih suka cita karena harapan memilikinya yang sejenak kemudian berubah seluruhnya menjadi hampa. karena anakku masih mimpiku.
hampir yakin sekali aku tidak pernah protes padaNYA kenapa anakku belum ada dalam dekapku. melihat ibu muda yang lalai pada anaknya karena alasan sindroma baby blues memang memancing amarah wl entah siapa yang bersalah. menyaksikan ibu yang melacurkan masa kanak dan tumbuh anaknya karena alasan keuangan memang ingin kutembak sampai berdarah. tapi untuk protes padaNYA karena anakku belum ada dalam dekapku?
tidak..
cintaku pada anakku absolut. dan tak tercemarkan. kini baik hingga saat DIA memberikan anakku padaku.., menjaganya.., sampai kelak aku dipisahkan darinya, yang kuinginkan hanya memberi seluruh aku. aku yang dipanggil mama oleh anakku.
9:27pm march 13, 2007
----
soundtrack:
hv you ever needed someone so bad?
hv you ever wanted someone you just couldn't have?
Did you ever try so hard that your world just fell apart?
hv you ever needed someone so bad?
(def leppard - have u ever needed someone so bad)
Monday, February 12, 2007
daily activity feb 12, 2007
dari sekian balita yg kutemui setelah adik adi, ada seseorang malaikat kecil yang sungguh-sungguh aku berharap akulah mamanya. nggak bisa banyak cerita krn nanti menimbulkan fitnah lagi. tp sejak malaikat kecil ini lahir aku sudah jatuh cinta padanya. menatapnya sangat lama dan membisikinya doa dari jauh. smg sampai kapanpun Allah memberi rahmatku untuk selalu bisa mengetahui bahwa malaikat kecil ini baik-baik saja n dalam lindungan Allah. amin..
satu lagi kegiatan hari ini. muter video clip nya 100 years - Five For Fighting.. sisanya aku makan gaji buta :D
ngliatin video ini beberapa kali..
satu lagi kegiatan hari ini. muter video clip nya 100 years - Five For Fighting.. sisanya aku makan gaji buta :D
Tuesday, January 02, 2007
starting year 2007!!
for me, new year's eve never b a special occasion to celebrate anymore.. 2 b frankly, couple years ago, i considered it as an important moment, but to spend a lot of money on it, i would say no.. new year's eve just a moment that people from different countries, races, religions, has a thing in common 2 celebrate. that's the reason why i insist new year's eve as a regular occasion.., because it's too common. we should b in a private moment.. look back what had we've done. did we hurt someone? did my tounge n hands mean tears for others? did i achieve my goals? did i always thankful to God? did i do a good thing on my every step, every moment, every second? n finally, did i keep my heart pure and alive?
for the last 4 years, on the new year's eve, i always be with my fams. at the first, we called it as a celebration. foods, fire works and "petasan", musics (my dad played the keyboard, mom+fussy cousin+uncles sang together), barbeque party (team: switzerland boy, autis man, chubby uncle, a-meaningless-and-"garing"-jokes expert).
then on the next new year's eve, we got exhausted for all of those things. we eliminated the fire works n "petasan", though we were afraid that it would make our night so typical like other night when we had a dinner time. but we were ok.. everybody's ok.
the next eve, my dad are so bored n he stopped playing the keyboard. everyvody's still ok.
finally on this eve, we locked the party concept in the cupboard. we just had a li'l food and it's enuf for everyone. we felt good. n i felt great.
and there's still a lot of love between my us..
i think that's the point of the new year's eve.
being together with ur family.. love 'em.. bonded with 'em..
it will boost ur energy to start a new year!
---
*i miss my family.. hikz..
jan 3, 2006 2:19pm - adam air blum ketemu
for the last 4 years, on the new year's eve, i always be with my fams. at the first, we called it as a celebration. foods, fire works and "petasan", musics (my dad played the keyboard, mom+fussy cousin+uncles sang together), barbeque party (team: switzerland boy, autis man, chubby uncle, a-meaningless-and-"garing"-jokes expert).
then on the next new year's eve, we got exhausted for all of those things. we eliminated the fire works n "petasan", though we were afraid that it would make our night so typical like other night when we had a dinner time. but we were ok.. everybody's ok.
the next eve, my dad are so bored n he stopped playing the keyboard. everyvody's still ok.
finally on this eve, we locked the party concept in the cupboard. we just had a li'l food and it's enuf for everyone. we felt good. n i felt great.
and there's still a lot of love between my us..
i think that's the point of the new year's eve.
being together with ur family.. love 'em.. bonded with 'em..
it will boost ur energy to start a new year!
---
*i miss my family.. hikz..
jan 3, 2006 2:19pm - adam air blum ketemu
Subscribe to:
Posts (Atom)

