Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Saturday, July 07, 2007

Kamu dan Aku

Kamu tukang obat kaki lima..
Aku tukang jagal yang jari-jarinya buntung semua..

(bagian dari curahan hati 12 baris.. pfuihhh..)

Monday, April 23, 2007

..:: Dan bisa saja ia pergi... ::..

Dan bisa saja ia pergi..
Menaruh ikrarnya di dalam koper,
dijejalkan dalam lipatan-lipatan baju penuh ngengat ,
ikut apak dan jadi usang.
Aku ingin bau kamper, katanya.

Tapi tetap mengunci koper dengan kode.

Dan bisa saja ia pergi..

Karena wangiku sudah lenyap,
tinggal aroma kulit yang menua,
namun damai.
Kenapa aku merasa benci?

Dan bisa saja ia pergi..
Aku tidak pergi, katanya.
(Bagaimana kalau matamu bilang iya?)
Mungkin juga aku akan pergi, katanya.
(Jadi yang mana..?)
Aku pergi bukan karena kamu, katanya.
(Karena mereka?)
Bukan.., karena dia.., katanya.

Dan bisa saja ia pergi..
Karena bumi menolak ikrarnya,
memuntahkan sampai sisa-sisa lendir yang menyertai,
membersihkan diri dari kotor dan kesakitan.

Dan kalau memang ia pergi..
Tak mengapa aku menjadi orang aneh,
merunduk mencari harga diri yang cecer-cecer,
menggaruk kulit pohon, dinding bata, atau bentuk khayal tak berjasad, sampai kuku-kuku patah dan berbalik arah tumbuh,
mengiris hatiku dengan ujung kertas dan berbunyi "kriet-kriet" pedih,
karena memang ia pergi.

Maka kini tak perlu hidupku lagi..

---

Aku mencintaimu,
Aku memujamu.
Aku merindumu,
Aku membutuhkanmu.

Dan sekali lagi,
bisa saja ia pergi...

Wednesday, March 28, 2007

Goodbye My Lover


Did I disappoint you or let you down?

Should I be feeling guilty or let the judges frown?

'Cause I saw the end before we'd begun,

Yes I saw you were blinded and I knew I had won.

So I took what's mine by eternal right.

Took your soul out into the night.

It may be over but it won't stop there,

I am here for you if you'd only care.

You touched my heart you touched my soul.

You changed my life and all my goals.

And love is blind and that I knew when,

My heart was blinded by you.

I've kissed your lips and held your head.

Shared your dreams and shared your bed.

I know you well, I know your smell.

I've been addicted to you.



Goodbye my lover.

Goodbye my friend.

You have been the one.

You have been the one for me.



I am a dreamer but when I wake,

You can't break my spirit - it's my dreams you take.

And as you move on, remember me,

Remember us and all we used to be.

I've seen you cry, I've seen you smile.

I've watched you sleeping for a while.

I'd be the father of your child.

I'd spend a lifetime with you.

I know your fears and you know mine.

We've had our doubts but now we're fine,

And I love you, I swear that's true.

I cannot live without you.



Goodbye my lover.

Goodbye my friend.

You have been the one.

You have been the one for me.



And I still hold your hand in mine.

In mine when I'm asleep.

And I will bear my soul in time,

When I'm kneeling at your feet.



Goodbye my lover.

Goodbye my friend.

You have been the one.

You have been the one for me.

I'm so hollow, baby, I'm so hollow.

I'm so, I'm so, I'm so hollow.


Monday, March 26, 2007

.:: (BUKAN) cinta ::.

kalau aku harus mati,
maka aku akan memilih cara matiku..
membiarkan dunia pahami,
bahwa cintaku adalah satu..

I MISS U..

---
jika akhirnya tidak ada pertemuan pada tempat dan waktu yang berbeda, yang walau aku tidak inginkan tetapi tetap harus aku jalani, akankah kamu akan tetap mengenangku? bukan sebagai sampah seperti pikir terakhirmu.. namun sebagai bintang cemerlang yang selalu membuatmu sembuh dan bahagia..
I Love U..


Wednesday, March 21, 2007

jatuh sejatuh-jatuhnya..

aku sakit. luka. tidak menyangka.
menjadi kosong kembali dan lemah daya
bintang yang hancur sebelum tua
memendarkan cahaya terakhir: redup dan sirna

aku mencinta dan bercita.
meletakkan asa padanya dan padaNYA
bisakah hanya diam atau menuturkan kata
yang santun dan penuh makna?

sudah biasa untuk mendapat cerca
karena sering aku salah dan alpa
menjadi nol dan berusaha menghapus dosa
aku tidak marah dan menerima

tapi..

darimu Sayang.., darimu Sayang..
untuk semuanya Sayang..
atau untuk ini saja Sayang..
tidak perlu menyanjungku Sayang..
walau aku sangat ingin Sayang..
ingin kamu bilang aku bisa Sayang..
menjadi bintang yang kamu inginkan Sayang..
atau menjadi apapun yang aku inginkan Sayang..



----------------------
mungkin, hanya mungkin.. aku tidak pernah akan bisa menjadi siapa-siapa bukan karena salah siapa-siapa selain salahku. karena aku mengizinkan seluruh hidupku yang kini atau yang akan datang tidak sedikitpun aku miliki. bahkan untuk sekedar ide, akupun terbelenggu.

Wednesday, March 14, 2007

tentang anak (lagi)..

semalaman ini aku teringat lagi tentang anak(ku)..
dalam caranya menyentuh ingat dan pikirku, dia: anakku, Yang Tak Ternilai, memang tak pernah bertoleransi. tanpa tedeng aling-aling, sering dia menyergapku smp membuatku sesak dan rasa mau mati. kadang dia hanya menyapa dan menjeratku dalam lembut yang kemudian membuatku mengurai air mata dengan rasa manis getir. beberapa detik lalu.., aku mengingat dan memikirkannya. aku hanya begitu menginginkannya. agak sesak. agak menangis. tapi lebih suka cita karena harapan memilikinya yang sejenak kemudian berubah seluruhnya menjadi hampa. karena anakku masih mimpiku.

hampir yakin sekali aku tidak pernah protes padaNYA kenapa anakku belum ada dalam dekapku. melihat ibu muda yang lalai pada anaknya karena alasan sindroma baby blues memang memancing amarah wl entah siapa yang bersalah. menyaksikan ibu yang melacurkan masa kanak dan tumbuh anaknya karena alasan keuangan memang ingin kutembak sampai berdarah. tapi untuk protes padaNYA karena anakku belum ada dalam dekapku?
tidak..
cintaku pada anakku absolut. dan tak tercemarkan. kini baik hingga saat DIA memberikan anakku padaku.., menjaganya.., sampai kelak aku dipisahkan darinya, yang kuinginkan hanya memberi seluruh aku. aku yang dipanggil mama oleh anakku.

9:27pm march 13, 2007

----

soundtrack:
hv you ever needed someone so bad?
hv you ever wanted someone you just couldn't have?
Did you ever try so hard that your world just fell apart?
hv you ever needed someone so bad?

(def leppard - have u ever needed someone so bad)

Monday, February 26, 2007

...

ketika aku teronggok dan menjadi busuk..
mungkin karena tragis: beritanya memenuhi headline koran,
atau karena sakit: menyisakan romantisme di klub-klub penggosip tetangga,
atau karena tua: membuat anak dan cucu masih tersenyum merasa aku tetap ada,
atau karena sekedar mati..

mati.

akankah kamu tetap membelaku?
melawan semua penguasa yang masih berbusa, kering kerontang pahalanya, dan juling-juling mencari sisa bayangku di seluruh hidupmu?
akankah kamu akan berkata lantang kepada mereka dan mereka:
yang membenciku dan mencintaiku, yang bisa juga mencintaimu dan membencimu,
atau sekaligus membenci dan mencintaiku, atau sekaligus mencinta dan membencimu,
bahwa kamu mencintaiku?

dengan kata yang sama yang kau ungkapkan dulu,
dengan sikap yang sama yang kau tampilkan dulu,
dengan doa yang sama yang kau harapkan dulu,
aku ingin tetap hidup di dalammu.

ketika aku teronggok dan menjadi busuk,
aku tahu sebenarnya hanya ada diam.
bukan karena kamu menciut menjadi katak,
atau lenyap melebur dengan udara.
mungkin kamu juga mati.
bersamaku dan ikut menyesap tanah.
tapi untukku itu tetap tidak cukup.
aku tetap ingin dibela...




(inspirasinya datang ketika menyetir perjalanan bdg-jkt, 24 feb 07. kata2 kunci aku tuliskan di hp sambil menahan kantuk dan berdoa tidak menyeruduk truk besar didepan.)

Tuesday, February 13, 2007

a (Love) Story

Seorang laki-laki yang jatuh cinta setiap kalinya setiap bertemu perempuan yang sama memberikan tulisannya kepadaku. Puisi? Entah tapi mungkin bukan, jawabnya. Aku hanya benar-benar mencintainya. Dan jatuh cinta padanya setiap kali mengingatnya. Dan aku menulis ini.
Kutanyakan apakah ia tidak bosan? Kuragukan apakah ia akan setia? Jawabnya, bacalah ini..


Ketika terang itu telah tercipta...
Gelap dan kepekatan tiada...
Tiba-tiba... Terang itu harus kupadamkan
Aku harus berjalan tanpa cahaya
dalam gelap yang sangat pekat
Tiada berujung...

Sungguh-sungguh menakutkan,
padahal selama ini aku alergi untuk kalimat "TAKUT"
sungguh-sungguh menyakitkan,
Padahal selama ini aku tidak mengenal kata "SAKIT"
Keberanian dan kebal akan rasa sakit ternyata
pudar..
luluh..
sirna..
hancur..

Hanya oleh cahaya yang membuat terang...

Sungguh tinggi cahaya itu artinya bagiku...
Sungguh besar cahaya itu artinya untukku...
Betapapun aku harus mengingkarinya,
ternyata tinggi dan besarnya tetap terlihat dan kasat mata.
Sempurna...
Dan tanpa celah...


----
(minus paragraf pertama, seluruh tulisan ini adalah kutipan curahan hati seseorang yg dengan berat hati nggak bisa aku tulis namanya secara terbuka disini. pertimbangan kenapa aku menuliskan di blogku adalah krn aku melihat prosesnya ketika dia jatuh cinta pada perempuan yang sama berkali-kalinya. karena aku merasakan bagaimana sakit dan hancurnya seorang manusia perkasa karena suatu hal (yang menurutku) adalah sekedar manipulasi perasaan: CINTA.)

Monday, February 12, 2007

daily activity feb 12, 2007

dari sekian balita yg kutemui setelah adik adi, ada seseorang malaikat kecil yang sungguh-sungguh aku berharap akulah mamanya. nggak bisa banyak cerita krn nanti menimbulkan fitnah lagi. tp sejak malaikat kecil ini lahir aku sudah jatuh cinta padanya. menatapnya sangat lama dan membisikinya doa dari jauh. smg sampai kapanpun Allah memberi rahmatku untuk selalu bisa mengetahui bahwa malaikat kecil ini baik-baik saja n dalam lindungan Allah. amin..





ngliatin video ini beberapa kali..



satu lagi kegiatan hari ini. muter video clip nya 100 years - Five For Fighting.. sisanya aku makan gaji buta :D




Monday, January 29, 2007

ayah anakku (fiction - july28th 2004)

Cerita berikut adalah kisah nyata. Mungkin sebagian ada yang berkata, ”Ah.. klise kamu!”, tapi bisa jadi ada yang menganggukkan kepala dan berkomentar lugu,”Dongengnya boleh juga”. Apapun itu, menurutku ini sungguhan terjadi. Menurut Aku.

Namaku Nadila Kumali. Tidak ada kisah istimewa sebagai latar belakang penamaan itu. Pokoknya yang kuketahui, papa-mama tiba-tiba terinspirasi (dan jelas bukan suatu wangsit) kemudian memberi nama anak perempuan pertamanya seperti demikian. Bukan Nadira Kumala atau Nadia Komara atau.. Ah, sudahlah.

Aku adalah seorang istri dari seseorang yang kunikahi 1,5 tahun yang lalu. Aku juga seorang perempuan berkarir. Tidak hanya bekerja, namun benar-benar pada jenjang pekerjaan yang menapak ke atas dengan kompensasi yang layak. Pernikahan aku dengan suamiku (namanya Fahri) aman dan tidak mengalami suatu gonjangan apapun yang berarti, walau belum ada keturunan seperti yang diinginkan papa-mamaku, ayah-bunda Fahri. Kami berdua masih sangat santai terhadap hal ini. Kami bercinta dengan hebat (selalu demikian), pada awal-awalnya hampir setiap saat, kemudian berkurang menjadi seminggu empat kali, seminggu tiga kali, seminggu dua kali, dan dua bulan terakhir, kami bercinta seminggu SATU kali. Tidak masalah bagiku. Bagi suamiku pun tidak.

Hanya ada sedikit perbedaan antara aku dan suamiku. Aku begitu bersemangat, sementara suamiku pemurung. Aku sangat mencintai hidup dengan penuh warna dan segala bentuk. Suamiku tidak. Bagi suamiku hidup cukup hanya hitam-putih dengan bentuk garis lurus, tanpa kurva, apalagi bentuk aneh-aneh (suamiku kesulitan menyebutkan bentuk geometris, kamus matematika suamiku sudah hilang). Suamiku memandang hidup 24 jam terlalu banyak dan berlebih. Tidak demikian dengan aku, yang hampir mengeluh setiap detiknya bahwa bahkan 27 jam pun masih sangat kurang. Saat itu aku merasa cemas dan hampa karena sedikit perbedaan itu ternyata sangat mengganggu. Apalagi masih sangat banyak jam-jam yang harus dihabiskan bersama suamiku.

Yang lainnya, suamiku dan aku baik-baik saja. Suamiku agak ideal. Setia. Mencintaiku. Menjagaku. Mengantar dan Menjemputku ketika bekerja. Memikirkan apakah aku puas ketika bercinta. Menjunjung kehormatan keluargaku. Semuanya baik-baik saja bahkan ketika tanggal 14 Oktober tahun lalu, aku bertemu dan jatuh cinta pada DIA, yang diperkenalkan oleh salah seorang rekanku. DIA. Nicko Pahlevi G. (G di belakang Pahlevi adalah nama keluarga, marga dari suatu suku, tidak perlulah disebutkan disini).

Nicko adalah seseorang yang begitu Aku. Terutama karena DIA begitu bersemangat. Terutama karena caranya memandang hidup sebagai sesuatu yang warna-warni dan terutama bahwa bahkan 27 jam sehari pun baginya masih sangat kurang (kalimatnya sama persis seperti ketika aku berkata!!). Lainnya biasa-biasa saja karena aku seperti mengenal diri yang kurasuki selama 27 tahun. Sangat biasa. Namun kesangat-biasaan ini lah yang membuat semuanya bergulir. Semua yang berjudul perselingkuhan.

Pertama hanya dari kalimat-kalimat mesra dan gambar-gambar keadaan diri yang tercurah melalui handphone kami. SMS yang tercatat sebagai SMS pertamanya terasa sangat Aku. Ekspresif. Nakal. “Dila, aku tau kmu dah nikah. Tapi aku tetep blh sms utk berkata aku rindu kmu kan? ;p”. Kemudian SMS-SMS dan MMS-MMS (lama-lama, jadi “emes-emes” deh) lainnya. “Dila dah makan? Aku gi lunch ma anak-anak niy”, SMSnya suatu kali yang kemudian disusul MMS bergambar nasi timbel yang dijual di ujung jalan dekat kantornya. Dan lain-lainnya. Dan lain-lainnya.

Aku pun membalasnya. Seperti bertemu teman lama yang akrab sekali. Kemudian dimulai pertemuan pertama setelah hubungan rahasia kami melalui HP. Waktu itu aku minta izin suamiku untuk pergi dengan DIA. Tidak ada pikiran negatif di kepala suamiku (Oh, betapa lugunya suamiku! Betapa berdosanya aku!). Aku dan DIA makan malam dan bersentuhan jari. Zziinngg.. Rasanya seperti menyentuh sesuatu yang telah lama kurindukan dan memberi energi bermiliar-miliar-miliar-miliar kalori hingga laksana aku mampu mengelilingi dunia tanpa henti. Begitulah rasanya sehingga membuatku selalu ingin menyentuh DIA, mengambil energi yang tampaknya memang hakku untuk memilikinya. Ternyata tidak hanya ‘begitu’ saja. Aku memelihara kalimat-kalimatnya, tatapan-tatapannya, sentuhan-sentuhannya, dalam seluruh diriku. Kemudian aku menginginkan pelukan-pelukannya dan ciuman-ciumannya menjadi nyata. Dan ketika aku mendapatkan yang kuinginkan, ternyata DIA menginginkan lebih. Laki-laki. Dimana-mana sama. Perempuan, setidaknya yang kukenal, tidak menuntut seks ketika mencintai. Tetapi laki-laki tidak. DIA tidak. DIA menginginkan seks. Sesuatu yang semula sangat kuhindari, karena menjaga keterikatan aku dengan suamiku, ternyata diinginkan oleh DIA.

Begitulah DIA ketika menjadi seseorang yang sangat kubenci, sekaligus kucintai. DIA tidak lagi seperti Aku, tapi juga sangat Aku. Dan hari-hari ku tidak lagi murung seperti yang sering kurasa ketika berdekatan dengan suamiku. Hari-hariku over semangat tapi juga penuh dendam. Dan aku pun tidak bisa melepaskannya. Satu bulan. Dua bulan. Tiga bulan. Empat bulan. Lima bulan. Dan setengah tahunlah sudah. Suamiku tidak pernah mengetahui dan menduganya. Waktu yang dimiliki suamiku sangat banyak dan begitu terlenanya suamiku akan itu sehingga tidak sempat mengecek HPku, atau menaruh curiga ketika aku makan, nonton, dan sesekali bermalam bersama teman-teman yang sesungguhnya bukan temanku. Karena mereka adalah teman DIA. Karena aku bersama DIA.

Dan akupun terlambat menstruasi. Kelaminku pun begitu perih. Kuduga TUHAN, ALLAH sang PENGUASA, meletakkah adzabnya sudah.
“Nicko, aku ‘telat’. Suamiku msh di Dps. Trainingnya kan 1 bln. Jd pasti ini pny kmu. Aku hrs gmn? Ituku jg perih. Aku takut.”
“Say, aku bsk brkt k Tj Balai, plg Senin. Kita bicarain Senin malam. Selasa kita k dktr ya. Btw, qo kmu jd kayak anak kecil? Bukannya sdh pengalaman? ;p ”
“Nicko, aku serius. Ini baru yang pertama. Kmu ada dmn? Aku telp ya?”
“Aku gi meeting, syg.. Ntr kutelp. Tenang ya say..”
Dan menghilang lah DIA. Hanya lima hari memang. Hanya sampai Rabu minggu depannya. Tidak menepati janjinya. Saat-saat itu bagiku sangat menekan. Aku, yang dijuluki Xena, yang tidak membiarkan apapun merusak ritme kerjaku, akhirnya malah menjadi orang paling tidak bertanggung jawab. Aku lebih membenci DIA, dan mencintai DIA lebih sedikit dari sebelumnya (maaf kepada Arundhati, kupinjam istilah ini).

Hari Rabu. 11:45 waktu HP-ku.
“Say.. aku br pulang neh. Apa kbr?”
Tidak kubalas. Tidak berharga untuk dibalas.
“Marah ya? Sori, chargerku ketinggalan jadi ga bisa ngabarin kmu, syg..”
Masih tidak berharga untuk dibalas.
“Kl aku nelp kmu, akan diangkat ga? Aku mo cerita nih. Kmrn aku ktm cw yang dijodohin ma keluargaku. Dia seiman & satu suku. Aku jd berpikir, wl aku sangat mencintaimu, kita ga punya masa depan, jadi knp ga aku terima saja cw ini. Dua tahun lagi aku 40. Smua dah pny kec istri dan anak2. Menurut kmu gmn?”
Bajingan. Kurang ajar. Ini baru perlu balasan. Bukan, pembalasan. Maka jariku bergerak sangat cepat.
“Nicko, kmrn2 aku stgh mati ketakutan & cemas. Aku butuh teman bicara. Aku mencari dokter yang tidak mengenal aku dan menuliskan Ny. Nicko P.G sebagai namaku. Kerjaanku terganggu semuanya. Dan kmu bertanya pendapatku ttg cw itu?!? Kmu TIDAK PUNYA nurani & otak. STUPID.”

Dan begitulah hubunganku dengan DIA berakhir pada masa itu. DIA masih berusaha menghubungiku dengan menelpon atau mengirimkan SMSnya. Tapi DIA sungguh-sungguh tidak berharga. Hanya laki-laki yang memasukkan ‘anu’nya yang besar ke dalam ‘itu’ku. Merasa sudah mampu mencinta hanya karena tidak melakukan hubungan seksual pada orang lain. Untung, aku tidak terkena sakit kelamin.

Kemudian begitu suamiku pulang dari Denpasar, kuceritakan bahwa aku berselingkuh. Tidak dengan detilnya. Tidak dengan pengakuan seluruhnya apa-apa yang kulakukan bersama DIA. Tidak juga dengan peristiwa SMS STUPID itu. Hanya kukatakan aku jatuh cinta pada orang lain. Aku minta diceraikan dan diceraikanlah aku dengan cara yang sangat terhormat hingga seringkali aku menangis mengingat suamiku yang bodoh, tapi ternyata tidak lebih bodoh dari DIA, namun sangat baik hati. Suamiku yang tidak terlalu mempermasalahkan ketika kami tidak kunjung punya anak. Kami berdua masih sangat santai terhadap hal ini (waktu itu). Dahulu kami bercinta dengan hebat (selalu demikian) pada awal-awalnya hampir setiap saat, kemudian berkurang menjadi seminggu empat kali, seminggu tiga kali, seminggu dua kali, dan dua bulan terakhir, kami bercinta seminggu SATU kali. Tidak masalah bagiku. Bagi suamiku pun tidak. Tidak saat sebelum bertemu dengan DIA.

Delapan bulan setelah peristiwa SMS STUPID, ada undangan di meja ruangan kantorku. Tertuju untuk “OUR LOVELY FRIEND: NADILA KUMALI”. Akan menikah Nicko Pahlevi G dengan Silvina Theresia P. Pemberkatan pernikahan tanggal 7 Desember.. dan seterusnya.. dan seterusnya.. Baik, kali ini hubunganku dengan DIA benar-benar akan kusudahi, setelah…

---

Perempuan itu sedang menandatangani kuintansi pembayaran kedua dari catering yang akan menyajikan makanan di pernikahannya ketika melihat amplop coklat yang terselip dalam tumpukan koran kemarin. Dibukanya geram, rasanya ini adalah jawaban atas ketakutan tidak jelas yang dialami tunangannya selama ini. Isinya selembar surat keterangan dokter. Pemeriksaan tanggal 27 April 2004. Pasien Ny. Nicko P.G. Hasil: Positif Hamil.

---

Laki-laki yang sedang main golf itu terhenyak tiba-tiba dan ia gagal mencapai PAR untuk hole 7 nya. Ia lupa mematikan handphone yang sialnya bergetar di saat yang tidak tepat. Entah kenapa ia tahu bahwa tidak boleh ada sedetikpun waktu digunakan untuk menunda dirinya dari membaca SMS yang baru saja masuk. Persetan dengan turnamen golf!
“Say, aku br saja mengirimkan hsl tes dokter waktu itu k Silvi. Mgk dia sdh terima. Kmu tau, bisa jadi hari kmu nikah dg hari ANAKKU lahir berbarengan ya? “
Dan, menjadi mengertilah laki-laki itu bagaimana bencinya perempuan yang mengirimnya SMS ketika dahulu hanya dipanggil “Say” dan bukan “Sayang” (seperti kamu ngomong ke sekretaris kamu saja, bela perempuan yang sangat Aku tapi tidak seperti Aku); pahamlah ia ketika perempuan, yang ternyata baru disadari lebih dicintainya dari apapun di dunia ini, merasa marah dan terluka ketika laki-laki itu tidak ada di sisinya. Perempuan itu mengandung anak dari laki-laki yang sedang bermain golf di hole ke 7. Nadila mengandung anak dari Nicko.

---

“Bahkan ular berbisa yang sekaratpun masih bisa membahayakanmu”, tulisku pada halaman pertama buku mengenai BAYI yang baru saja kubeli. Sayangnya, aku tidak sekarat, Nicko. Dan gigitanku, walau tidak terlalu dalam, namun cukup berbisa.

Kutambahkan pada bagian bawah halaman pertama buku,
“With love, Mom.”
Anakku akan mendapatkan hadiah pertamanya sebuah pelajaran, bahwa CINTA seringkali bersanding dengan PEMBALASAN.

--

Hehehe.. tamat deh.
July 28th 04, 1:07am

Wednesday, January 24, 2007

"cinta adalah kode yang diukir dalam debu"

“Cinta adalah kode yang diukir dalam debu” (The vine of desire – Chitra Banarjee Divakaruni)

Kalimat ini bisa jadi sangat subyektif.. dan BENAR.
Kode-kode itu dapat mulai berbaur menghilangkan bentuk aslinya. Tertiup angin atau terpercik air. Membentuk kode yang baru. Atau hilang sama sekali.
Menjaganya tidak mempunyai janji di masa depan. Tidak pula membuat mimpi yang indah menjadi kenyataan.
Suatu saat kode itu dapat pula dimaknakan lain walau ia menjaga bentuknya sendiri sekuat tenaga.


Jadi cinta memang (hanya) sebuah kode yang diukir dalam debu. Sangat subyektif.. dan benar.

Monday, January 22, 2007

semua untuknya..

sy sudah berusaha memberikan semua yang diinginkannya..
bahkan sy menyerahkan mimpi dan cita-cita sy. semuanya demi menjadi orang yang ada disampingnya dan mendampinginya hingga akhir hayat.

sy melupakan keinginan sy untuk menari, mengikuti irama lagu dan melepaskan penat.
sy membuang keinginan sy untuk aktif dalam kegiatan mencintai anak-anak yang kurang beruntung krn sakit atau tidak punya keluarga.
sy menyimpan keinginan sy untuk bergabung dalam kelompok yg dapat menyuarakan aspirasi politik sy.
sy menghancurkan keinginan sy untuk bekerja di perusahaan yg lebih besar dengan karir dan penghasilan yang berlipat.

semua demi dia. semua untuk dia.
agar waktu sy tidak berkurang untuknya. agar sy tidak pernah melupakan kodrat sebagai pendamping. agar Allah tidak menghukum sy.
tapi manusia semua sama.
dia sering luput.. dia sering ingkar..
tapi Allah tidak. semoga apa yg sy lakukan mendapat sesuatu bagi kebaikan sy dan kebaikannya di akhirat nanti.
amin..

-- masih belum bisa sungguh2 mencintai Allah.. astaghfirullah.

Wednesday, November 08, 2006

kangen suami tercinta...

................................