Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Saturday, July 21, 2007

sweet escape

sudah beberapa bulan belakangan saya perhatikan, nng.. sebenarnya tidak khusus memperhatikan tapi ingatan saya kebetulan lagi berjalan baik jadi perihalnya masih terekam, seorang teman yang namanya hampir sama, selalu dalam status kondisi hati yang galau. saya penasaran tapi tak berani menyapa. baru beberapa hari yang lalu, saya tanya dia kenapa. jawabannya singkat. tidak kenapa-kenapa. tapi kemudian saya memancingnya dengan begini,
"mbak.., rasanya pengen kabur dan pindah kemana deh aku. berubah secara revolusioner.."
"kenapa din?"
"nggak tau.. capek aja.. pengen tiba-tiba menghilang dan muncul di negri orang.."
"iya din.. aku juga pengen.."
(hehehe, dapet kan? andini gitu loh.. berhasil aja ngorek-ngorek..)
"aku si pengennya nyobain kabur ke spore or malaysia mbak.."
"yah.., terlalu deket din.."
"kejauhan syusyaah mbak.. di jakarta aja aku masih suka kangenan dengan si papa-mama n adik-adik.. makanya niat kabur dari dulu nggak pernah kesampean ya gara-gara itu.."
"iya sih.., aku juga ngerasain kok.."
"selain juga masalah uangnya nggak akan cukup kalau kejauhan. hihihi.."
"hehehehe.. makanya perlu dipikirin matang-matang."
"he-eh. kalau mbak udah matang?"
"ya.., lebih matang dari kamu deh.."
"oh.., memang mau kemana mbak?"
"pengennya si europe or us.. ya, mentok-mentoknya jepang deh.."
"waaw.., hebat.. emang apa saja yang harus dipersiapkan mbak? kalau mau tinggal di sana dan belum punya kerja gimana?"
"mesti ada sponsornya din.. makanya bina relasi mulai dari sekarang.. aku aja carinya 6 bulan."
"tapi bukannya kudu hati-hati mbak..? aku pribadi si nggak bisa percaya orang mbak.."
"iya sih.. kalau bisa sih hati-hati. aku juga kenal relasi itu karena temannya saudara.."
"ohh.. mau cari kerja di sana juga mbak?"
"iya.."
"sama. nggg.., anak dibawa mbak?"
"pengennya sih.."
"aku juga pengen bawa adikku yang bungsu.."
begitulah. dan saya jadi berpikir tentang sebuah pelarian. pelarian yang manis.

setahun yang lalu, pada bulan-bulan yang hampir sama, saya pernah dikasih resep dokter suatu obat: XANAX. ini bukan promosi obat ya.. supaya saya dapat map atau pulpen atau kalender. saya sebut namanya biar kamu bisa cari di google itu obat untuk apa. jadi begitulah. setelah menebus di apotek dan akan meminumnya, saya mencari sebenarnya saya sakit apa. obat-obatan yang diberikan dokter rumah sakit sebelah kantor tidak hanya satu. banyak.. tapi semuanya saya kenali sebagai obat maag dan vitamin. Xanax? saya pernah mendengarnya tapi tidak tahu berkhasiat apa.

akhirnya saya temukan bahwa Xanax adalah obat penenang. itu sederhananya. stephen king pernah menyalahgunakan obat ini (pantas saya pernah mendengarnya). gejala yang ingin dieliminasi oleh keberadaan obat ini di tubuh kita adalah gangguan kecemasan, depresi dan panic disorder. woow.., saya agak kaget. selama ini saya masih (agak) akurat dalam mengukur gejala-gejala psikis saya: kekecewaan, kecemasan, stres, ketakutan dan gangguan semacam antis-mania (maaf, sekali lagi bukan iklan). semua masih dalam kategori normal menurut hitungan saya. artinya tidak menghambat saya secara signifikan dalam melakukan interaksi secara sosial, dalam berkarya, maupun dalam memberikan respon-respon terhadap suatu stimulus. tapi ketika di depan saya ternyata sudah ada 10 butir pil putih 0.25mg, alprazolam. wow.

itu tahun lalu. tahun ini saya pikir saya sudah normal. yah.., mungkin sedikit sakit jiwa kata teman saya savitri karena saya masih dikelilingi kondisi sama yang berpotensi menjadi pemicu suatu saat mengalami nervous break down. tapi lepas savitri bilang apa, saya pikir kesehatan mental saya sangat prima (oh.., maksudnya di luar bahwa saya juga seorang yang memiliki kecenderungan psikopatik). saya yakin itu.
tapi kini kenapa tiba-tiba saya tergoda oleh kata-kata mbak yang galau itu ya? pelarian. hmmmm..

Monday, June 18, 2007

Ehm..., Masturbasi!

hampir semua orang berpendapat topik ini tabu, bagi saya pun demikian. namun kalau saya tidak menuliskan ini, rasanya seperti gatal yang tidak ditemukan sumber gatalnya. garuk sana sini, tapi tetap belum pol rasanya karena merasa bukan itulah tempatnya. sehingga saya mohon maaf kalau ada yang merasa tidak terima. saya tetap menuliskannya.

awalnya karena pada sabtu sebelum saya menyetir sendiri ke bandung, saya mampir dulu ke rumah kakak di tanah abang 2. disana sambil menunggu orang tua 2 anak itu datang, saya baca-baca majalah FHM 2 edisi dan beberapa majalah cita cinta sambil tidur-tidur di kamar dingin ber-ac. nah, dalam majalah-majalah itu, saya temukan topik "m" itu bebas sekali diekspresikan oleh para pembacanya. bukan, bukan karena saya tidak ikut perkembangan informasi. saya main internet dari usia 18 tahun, baca majalah cosmopolitan sejak kuliah semester 3, dan mendengar cerita teman saya bercinta full body contact (halah..) pada tahun '99an, jadi saya jelas sekali paham bahwa dunia sudah berubah.

namun yang membuat saya agak terperangah sehingga mulut saya menganga (yang biasanya hanya saya lakukan tanpa sadar kalau mendengar seseorang yang luar biasa bercerita) adalah bahwa ketika di era saya, "m" itu adalah sesuatu tabu yang mulai diperbincangkan dengan konteks edukasi (positif ataupun negatif) satu arah. jadi kita semua pada posisi menyerap pengetahuan, misalnya bahwa "m" tersebut dapat mempengaruhi psikologis, bahwa lebih baik kita menyalurkannya pada kegiatan positif, dan lain sebagainya. pengalaman-pengalaman pribadi para perempuan hanya ada di benak saja ataupun pada kolom-kolom konsultasi. jarang, atau bahkan tidak ada, yang berani menceritakannya dengan antusias, bangga, dan begitu ekspresif sehingga menimbulkan kesan sebagai hal menggoda yang seharusnya dicoba. tiga kali sehari misalnya.

di majalah-majalah itu saya menemukan bahwa sebenarnya saya begitu ketinggalan jaman. banyak sekali (ayo.., coba yang jago statistik, bantu saya menampilkan angka-angkanya) ternyata yang berkegiatan "m" dan dengan lantangnya dia menyatakan hal tersebut. terutama untuk perempuan dewasa. apalagi untuk yang sudah pernah melakukan sexual intercourse. wah, wah, wah.. kemana pula bah rasa malu itu?

ok, ok.. banyak justifikasi untuk aksi-aksi lantang-isme itu. ataupun untuk kegiatan ber-"m"an dimana saya tidak menyalahkannya. yang saya ngeri adalah ketika dengan sukarela kita, perempuan-perempuan, menyampaikan aktivitas pribadinya dengan nada bangga ataupun keriaan tertentu kepada publik, apa kata dunia tante..? kemana perginya usungan kesetaraan gender? kemana lenyapnya semangat feminism? kalau hanya begitu definisi kita untuk dianggap sebagai pihak yang sama berdayanya dengan laki-laki maka tujuan tidak akan tercapai. dengan menampilkan potret bahwa kita dapat memuaskan hasrat primitif dengan kekuatan sendiri, kita tidak hanya melecehkan diri sendiri, mungkin malah melecehkan hal yang lebih besar: aturan keIlahian. maka celah itupun ada: "kenapa kita setarakan perempuan, wong untuk melihat aturan dasar saja gagal? kepada dirinya sendiri saja tidak mampu menghargai, bagaimana jadinya jika makhluk itu (baca: perempuan) memimpin dunia?"

jadi kalaupun kita, para perempuan, melakukan aktivitas-aktivitas pribadi, memang enaknya hanya dibicarakan dengan forum yang sangat pribadi, misalnya dengan pasangan. karena rasanya ngilu euyy.. ngebayanginnya (nggak boleh protes.. bukannya kalau kita membaca maka langsung seketika terbayang?he3). coba, masak ada yang menjadikan jagung plastik hiasan sebagai "dildo".. yikes!!
yang repot sih kalau orang seperti saya (ditekankan: orang SEPERTI saya, jadi bukan saya) yang agak obsessive compulsive disorder harus melakukan "m". harus repot-repot mencari anti bakteri dan kuman yang bisa digunakan untuk benda, bukan hand sanitizer yang biasa saya bawa kemana-mana. dan ketika ketemu pun bisa jadi sudah il-fil karena mesti dilumuri atau disemprot dulu bendanya, tunggu sampai kering dan.. hah, capek banget aja kaleee.. lebih mudah untuk bersuit-suit kepada suami.. bersih dan jaminan mutu.

ah sudahlah.. blog ini dibaca segala umur euy.. jadi segitu saja mungkin sudah berlebih.
maafkan ya kalau membuat telinga merah (lagi). faktor udara dingin euy.. *halaahhh*

Saturday, May 26, 2007

tentang punya anak (lagi)..

teman tersayangku, fuli humaeroh, hamil anak keempat. cita-citanya punya anak lima.
aku kapan ya..?
padahal bau kulit bayi sudah merasuk hingga mimpi..
padahal sensasi ciuman di kulit lembut sudah merusak penilaian realitas..
aku rindu untuk meloloskan anakku dari vaginaku, ya Allah..

andai aku bukan diriku..

Monday, May 21, 2007

Papa kepada Anak Perempuannya

Kisah seorang Papa yang melarutkan rindu kepada anak perempuannya dalam sapa di dalam hati:

"Dari dulu kamu bertekad kuat, Nak..
Ingat.., ketika setelah setahun setengah mama menyapihmu, kamu meninggalkan rumah dan menyusuri jalan ramai karena ingin sekolah? Kamu menangis dalam pelukan mamamu karena tidak ingin pulang. Teriak histeris di pinggir jalan. Kamu bilang kamu ingin segera pintar.. Esok harinya kamu begitu bosan karena taman kanak-kanak ternyata tak menantangmu sama sekali.. Tapi tekadmu selalu kuat untuk mengejar maumu..

Dari dulu kamu selalu berani, Nak..
Ingat.., ketika kamu dikeroyok tiga teman laki-laki sebaya waktu usiamu baru enam tahun? Kamu memenangkannya, tapi Papa baru tahu setelah beberapa hari lewat. Kemudian ketika kamu lebih besar sedikit kamu diancam laki-laki yang mengacungkan pistolnya? Ingatkah kamu, Nak..? Tak sedikitpun Papa ragukan keberanianmu.. Anak Papa yang tidak pernah takut apapun ketika ia benar. Walaupun ketika mendengar sedikit saja Papa membentak, kamu bisa takut dan menangis sejadi-jadinya..

Dari dulu kamu mampu melakukannya sendiri, Nak..
Ingat.., ketika baru beberapa hari kamu berseragam putih-merah, kamu pergi berjalan kaki sendiri dan Papa temani kamu di samping dengan motor dinas? Kamu bilang Papa jahat.. Kamu bilang kamu akan pingsan.. Kamu bilang kamu kepanasan.. Kamu pun menahan tangis sepanjang perjalanan dan berdiam tak menyapa Papa. Tahu kamu, Nak? Papa pun menangis melakukannya. Anak perempuan Papa yang tidak seinchipun Papa rela kamu susah dan terluka.. Dan kamu pun berhasil melakukannya sendiri..

Dan dari dulu kamu selalu tulus mencinta, Nak..
Papa, Mama, adik-adikmu.. Tidak pernah tidak merasakan cintamu.. Anak Papa yang memaafkan.. Anak Papa yang begitu kasih.. Anak Papa yang akan melakukan apapun demi yang dicintainya.. Anak Papa yang semua milik Papa terbaik rela Papa berikan..

Jadi Nak..,
kalau kamu ada di persimpangan,
kalau kamu sendiri dan gelap,
kalau kamu tergoda amarah..
Ingatlah Nak..,
Untuk tetap bertekad kuat, berani, dan mampu melakukannya sendiri.. Lawanlah dunia, Sayang.. Dengan rasa cintamu.."

----
sebenarnya sudah ditulis sebagian besar dari jauh-jauh hari.. cuman ndak sanggup menyelesaikannya.
didedikasikan kepada 3 orang laki-laki yang over protective terhadapku.. My Love, My Dad, My Brother..
i miss u all.. so much!

Monday, May 14, 2007

Power n Money!! (story from rutan)

sabtu kemaren, karena mendapatkan informasi dari yudhi n indi (AP8C - MM UGM) bahwa kegiatan kuliah hari sabtu dipindah ke minggu, jadi saya meluangkan waktu untuk pergi ke rumah tahanan militer cimanggis. berangkat jam 10 pagi dari rumah, mampir sana-sini dulu, dan tiba disana sekitar pukul 13.30. shalat dzuhur dan menemani makan siang (saya sudah makan siang duluan di rm padang siang malam, cijantung) kemudian ngobrol-ngobrol sampai menjelang maghrib.

walaupun suasananya agak miris, tapi perlu disyukuri. karena berbeda dengan sel yang semula saya lihat di televisi, koran atau junkmail, alhamdulillah tempat tahanan yang saya kunjungi memadai. seperti kamar kost dan tidak bergabung dengan narapidana lain. bukan.., kamu salah kalau kamu berpikir orang yang saya kunjungi sedemikian berkuasanya sampai dapat kamar tahanan khusus. melainkan memang karena yang bersangkutan belum diputus bersalah atas kasusnya. dan itu maksud saya kenapa judul ini adalah Power n Money. di sini saya belajar bahwa seseorang yang terhormat dan jujur pun, karena kekuasaan dan uang beberapa oknum bisa saja terdampar di rutan. para penguasa yang berduit itu pilih acak dan kebetulan (baca: malangnya), yang jadi korban ya orang yang saya temui di sabtu siang itu.

saya jadi ingat salah satu episode kick andy - metro tv yang menampilkan bapak rahardi ramelan, interview dengan probosutedjo, juga potongan interview sophia latjuba dengan bob hasan. saya tidak ahli dalam kasus-kasus mereka, saya hanya tahu bpk rahardi didakwa atas korupsi bulog sekian puluh miliar. saya tidak paham kebenarannya. waktu itu saya masih terlalu sibuk dengan haha-hihi, dengan main abis-abisan, juga dengan kerja abis-abisan..
hal yang saya pelajari dari tayangan kick andy tersebut, bahwa terdapat kemungkinan seseorang dikenai kesalahan yang tidak dilakukannya. putih menjadi hitam. hitam menjelma putih. apalagi kalau warnanya tidak tegas, putihnya agak kotor sedikit, misalnya (yaa.., ndak mungkin kan orang suci sampai putihnya tak terbantah). dengan kekuasaan dan uang, putih
agak kotor itu bisa menjadi hitam yang sangat pekat.
kenyataan ini dikuatkan kembali dengan kunjungan saya ke rutan militer cimanggis.

kadangkala sulit dipahami bahwa yang menenggelamkan kita pun orang-orang yang sebelumnya sangat kita percaya. once u've got a power n money, the world is yours. begitu kali ya.. tidak peduli kekasih, teman, tetangga yang dulu ikut jaga anakmu, kalau dia diberikan kekuasaan dan uang, jangan sampai berseberangan dengannya. walaupun kamu benar dan kebenarannya bisa diuji, kalau mengambil posisi berseberangan maka kamu akan digulung
hidup-hidup dan dibiarkan mati sesak. karena dunia miliknya.

pfuihh.., agak berat. materi yang agak politis. sayapun jadi agak bodoh kelihatannya.

moral of the story:
jadi.., kalau kita: orang awam, rakyat biasa - yang hanya karena permainan segelintir orang yang juga tidak lebih berkuasanya dari kita (tapi katakanlah dia beruntung dalam menjilat), akhirnya menjadi korban, ndak usah kaget dan terkencing-kencing. putih sedikit kotornya diri kita yang dijadikan hitam legam oleh musuh, saya pikir wajar. eh, kita masih terlibat dengan
yang kelas teri loh.. masih perlu disyukuri, minimal kita mendapat kesempatan untuk melatih pengendalian emosi, ketahanan psikis (dan fisik), kemampuan analisa dan sintesa, kemampuan strategi perang (halaaahhh.., makin serius gini..), dan kemampuan-kemampuan lainnya.

itu yang pertama. kedua, minimal kasus-kasus seperti ini bisa dijadikan pelajaran yang terpatri kuat-kuat, supaya ketika:
1. menjadi korban: lebih sensitif mengenali gejala-gejala ketika kita akan dianiaya dan mempersiapkan segalanya.

2. menjadi penguasa dan/atau kaya raya: menyadari bahwa semuanya adalah amanah dan memiliki kewajiban untuk dipertanggungjawabkan di dunia ataupun kelak di akhirat.

jadi begitu lah ceritanya.. banyak hikmah dari kepergian saya ke rumah tahanan militer cimanggis. hehehe.., saya tahu. pasti masih banyak yang penasaran, memangnya dalam rangka apa saya kesana? mengunjungi siapa? kasus apa dia? sudahlah.. anggap saja dalam salah satu episode hidup saya, saya bertemu dengan orang-orang yang memberikan inspirasi dan mengingatkan supaya saya menjadi lebih baik lagi. yang saya kunjungi itu salah satunya.


oia, biar ndak terlalu berkerut, ini oleh-oleh dari kunjungan sabtu saya kemaren. foto malaikat saya yang lainnya. kalau yang ini, ibu kandungnya tidak masalah kalau saya menciumi, mencintai, dan memperlakukannya seperti anak sendiri.

Tuesday, May 08, 2007

Untuk Yang Ingin Menjatuhkan Saya!!

1. LUPAKAN!!!! tidak akan tanpa ridha Allah SWT, kamu dapat menjatuhkan saya!!

2. Saya mengenali diri kelebihan dan kekurangan diri saya sejak kelas IV SD!!! Saya tidak menutupi celahnya, jadi kalau kamu mengambil keuntungan dari apa yang jadi kelemahan saya, saya tidak terkejut. Makanya.., biasa aja!

3. Kenali saya.. Jangan sok tahu dan mengembuskan fitnah yang tidak saya banget! Dengar ya, saya lebih pada tipe yang dapat melukai dan membunuh orang lain demi apa yang saya cita-citakan dan saya anggap benar, sekali lagi: MELUKAI ORANG! Bukan dengan meniduri laki-laki! Tolol sekali.. Cari ide lain!! Yang smart ya..

Saya tahu kamu baca.. Mudah-mudahan kamu bisa lebih punya persiapan. Oia, saya sih tidak punya pelindung siapapun.. Kecuali Allah 'Azza wa Jalla..

*setelah mendapat pencerahan dari suami.. saya pikir.., saya mencoba memaafkan kamu.. bismillah.., mudah2an bisa ikhlas..*

Wednesday, April 25, 2007

Making Friends with the Enemy

sy pernah menulis dengan topik yang hampir sama di blog ini dg judul sakit hati + iri hati = fitnah & halusinasi (from my FS blog). disitu cerita tentang rasa sakit dan iri hati. kali ini sy mo bahas jika kita memiliki orang yang tidak cocok dengan kita (terminologi ekstrimnya: musuh). entah itu hasil sakit hati, iri, perbedaan prinsip dan lainnya.
kalau "musuh" itu memang ada: nyata dan tidak hasil imajinasi, dan berada di sekitaran kita, apa yang harus dilakukan?

kalau sy menjawab pakai ilmu cuih-cuih, jawabannya tentu: bertemanlah dengan musuhmu. kalau sy menjawab dengan ego sy, jawabannya tentu: berperang sampai titik darah penghabisan.
namun pada suatu ketika jawabannya akan menjadi: "tergantung", seperti jawaban para populis yang senang sekali mencari aman. coba cari celah untuk tidak mati. tapi memang begitulah. bisa jadi jawabannya tergantung.

kunci yang perlu dilakukan sebelum kita main kotor atau cukup menjadi orang suci dan berharap semoga kebaikan melupakan dendam diganjar surga olehNYA, adalah dengan mengenali "musuh" kita. coba deh definisikan dulu yang sebenarnya kita anggap musuh itu siapa? apa ketika kita sudah punya definisi mengenai bagaimana teman, lantas smuanya yang tidak sesuai dengan definisi tersebut, langsung kita pungut dan lemparkan dalam kotak berlabel: "musuh"? ih.., kasian sekali kamu..

apakah ketika seseorang yang mengasihi keluargamu dengan sangat, namun diembus-embuskanlah oleh orang yang tidak menyenangi kondisi tersebut bahwa itu hanyalah strategi perampasan keluargamu atau berniat buruk terhadap keluargamu, sehingga pada akhirnya kamu menganggap seseorang yang mengasihi itu adalah musuh, apakah sebenarnya sudah tepat?

atau ketika dia memiliki pendapat yang berbeda kemudian serta merta kamu anggap dia musuh? hei.., lupakah.. bahwa kebenaran itu hanya milik DIA? selama kebenaran tersebut belum dapat justifikasi dari aturan keilahian, sy pikir semuanya masih bisa didebat. termasuk pendapat "benar" kamu.

kamu dan saya lahir sebagai orang yang berbeda: latar belakang dan ide-ide masa depannya. kehidupan satu sama lain pun berbeda. setiap detiknya. maka coba masuki kehidupannya dengan sudut pandang yang tidak picik. terbukalah. jangan berdasar informasi parsial kemudian diambil keputusan. naif. tolol. merugi. apalagi untuk meletakkan seseorang sebagai musuh.

ayo definisikan lagi. umur kita sudah tidak muda loh.. dan bukan berarti kalaupun muda merasa masih ada jatah umur sehingga berharap kelak urusan membersihkan hati bisa tuntas.
tidak perlu bermusuhan.. simpan saja energi pada sesuatu yang lebih penting, misalnya menyelesaikan pengejaran cita-cita yang tertunda.

lagipula (ini yang penting).., ingat hukum kekekalan energi? energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan?
pendapat sy, ini dapat mensimplifikasi penjelasan kenapa tidak perlu bermusuhan, wlpun mungkin tidak secara tepat berlaku untuk bentuk energi psikis.
energi yang ada di diri, kita anggap sejumlah X. maka ketika kamu memakainya untuk bermusuhan, udah nggak X bulat lagi sayang..
dan ngebayangin orang itu, musuh kamu, yang dapat privilege ngabisin energi kamu, apa nggak bikin tambah sebel tuh..? jadi sudahlah.. hidup tenang aja kita.. hidup sudah rumit tanpa kamu menambahnya dengan masalah permusuhan-permusuhan.


----
nulis ini krn lagi inget temen yg punya kebencian luar biasa pada seseorang. kebencian yang sanggup meledakkan satu kota mungkin..

Monday, April 23, 2007

..:: Dan bisa saja ia pergi... ::..

Dan bisa saja ia pergi..
Menaruh ikrarnya di dalam koper,
dijejalkan dalam lipatan-lipatan baju penuh ngengat ,
ikut apak dan jadi usang.
Aku ingin bau kamper, katanya.

Tapi tetap mengunci koper dengan kode.

Dan bisa saja ia pergi..

Karena wangiku sudah lenyap,
tinggal aroma kulit yang menua,
namun damai.
Kenapa aku merasa benci?

Dan bisa saja ia pergi..
Aku tidak pergi, katanya.
(Bagaimana kalau matamu bilang iya?)
Mungkin juga aku akan pergi, katanya.
(Jadi yang mana..?)
Aku pergi bukan karena kamu, katanya.
(Karena mereka?)
Bukan.., karena dia.., katanya.

Dan bisa saja ia pergi..
Karena bumi menolak ikrarnya,
memuntahkan sampai sisa-sisa lendir yang menyertai,
membersihkan diri dari kotor dan kesakitan.

Dan kalau memang ia pergi..
Tak mengapa aku menjadi orang aneh,
merunduk mencari harga diri yang cecer-cecer,
menggaruk kulit pohon, dinding bata, atau bentuk khayal tak berjasad, sampai kuku-kuku patah dan berbalik arah tumbuh,
mengiris hatiku dengan ujung kertas dan berbunyi "kriet-kriet" pedih,
karena memang ia pergi.

Maka kini tak perlu hidupku lagi..

---

Aku mencintaimu,
Aku memujamu.
Aku merindumu,
Aku membutuhkanmu.

Dan sekali lagi,
bisa saja ia pergi...

Monday, March 26, 2007

.:: (BUKAN) cinta ::.

kalau aku harus mati,
maka aku akan memilih cara matiku..
membiarkan dunia pahami,
bahwa cintaku adalah satu..

I MISS U..

---
jika akhirnya tidak ada pertemuan pada tempat dan waktu yang berbeda, yang walau aku tidak inginkan tetapi tetap harus aku jalani, akankah kamu akan tetap mengenangku? bukan sebagai sampah seperti pikir terakhirmu.. namun sebagai bintang cemerlang yang selalu membuatmu sembuh dan bahagia..
I Love U..


Thursday, February 15, 2007

Bukan Cinta

ada masanya ketika daun harus kering dan gugur. tak peduli betapapun terpesonanya dan berharap waktu berhenti untuk mengcapture indahnya, apa yang digariskan alam tetap terjadi.

ada cinta yang timbul karena kebenaran.
masa berganti dan kemudian dipertanyakan. masa berganti dan akhirnya menjadi suatu kesimpulan.
bahwa mungkin memang cinta kering dan gugur. harus dan tak terelak.
karena salahku, bukan salahmu.
memang pernah salahmu tapi tetap salahku.
salah demi salah karena keraguan.
salah demi salah karena godaan.
salah demi salah karena menganggap hitam harus hitam.

akhirnya kebenaran hanya semata permainan. mana yang pertama menjejakkan dan mana yang membuat pengakuan. terbiaskan karena ukuran indera saja. lupa TUHAN. dan akhirnya semua sia-sia. bukan sampah. bukan buangan. tapi tergeletak tak menarik untuk dimaknakan.

pernah teramalkan dari bibir seorang nujum bahwa cinta selalu menjadi musuhku. tidak percaya, tidak mengakui. tapi tiba-tiba teringat pada momen ini. bukan ramalan yang menjadi kenyataan tapi hukuman karena melupakan.

maafkan aku, wahai Allah Maha Pengasih, karena aku tidak mampu menjaga ikrar. karena aku mengesampingkan MU untuk menjalani takdirku.

aku di persimpangan. sendiri tapi tidak sendiri. berharap pada akhirnya berikhlas. berharap pada akhirnya benar-benar jalan Allah yang menjadi jalanku. tidak tertipu, tidak terlupa.

Monday, February 12, 2007

daily activity feb 12, 2007

dari sekian balita yg kutemui setelah adik adi, ada seseorang malaikat kecil yang sungguh-sungguh aku berharap akulah mamanya. nggak bisa banyak cerita krn nanti menimbulkan fitnah lagi. tp sejak malaikat kecil ini lahir aku sudah jatuh cinta padanya. menatapnya sangat lama dan membisikinya doa dari jauh. smg sampai kapanpun Allah memberi rahmatku untuk selalu bisa mengetahui bahwa malaikat kecil ini baik-baik saja n dalam lindungan Allah. amin..





ngliatin video ini beberapa kali..



satu lagi kegiatan hari ini. muter video clip nya 100 years - Five For Fighting.. sisanya aku makan gaji buta :D




Monday, January 29, 2007

sakit hati + iri hati = fitnah & halusinasi (from my FS blog)

lagi-lagi..., suatu berita sampai ke telinga sy. sebenernya nggak ada relevansinya baik untuk sy, suami, maupun orang-orang yg di dekat sy. sy share disini supaya kita: kamu dan sy, belajar sesuatu. menjadi dewasalah serta berhenti berhalusinasi dan memfitnah.

awalnya sangat panjang. dan mungkin tanpa akhir. tapi begitulah kehidupan. ujian nggak mesti berbentuk suatu bencana. memiliki seseorang yg menganggap kita musuh merupakan ujian.

sakit hati merupakan judgment subyektif atas suatu kejadian yang sumber2nya juga persepsi individual (tetap sesuatu yang juga subyektif). sehingga tampak jelas banyak sekali unsur subyektif disini. ketika kemudian seseorang mengalami sakit hati dan tidak mampu menghandle nya dengan cara dewasa yg obyektif dan rasional, ditambah dengan rasa iri hati yang begitu menggelegak karena orang yg membuatnya sakit "tampak" begitu beruntung.

sebenarnya jika rasa sakit hati dan iri hati itu dilokalisir pada dirinya saja atau lingkungan yang sangat kecil, mungkin tidak akan menambah masalah. dan tidak menambah kuantitas dan usia dari beban hidup (ini sy tekankan untuk diri sy dan kamu, bahwa sungguh rasanya akan sangat berat kl kita menjalani hidup dg beban krn rasa sakit hati dan iri hati. smua-smua menjadi tidak ikhlas. mana tau kl ternyata hidup kita nantinya malah menjadi tidak bermakna. astaghfirullah..)

kemudian berbeda ketika sakit hati dan iri itu menjadi fitnah dan halusinasi. yang tidak hanya dari kelompok yang kecil n private tapi menyebar ke kelompok yang lebih luas dan memiliki pengaruh.

apa yang kemudian terjadi??

pertama, energi kita akan terkuras. bukan hanya energi yang ada di masa kini, tapi bisa saja energi yang seharusnya dapat kita gunakan untuk hal-hal di masa depan menjadi tersedot. krn kita akan terus terobsesi dan mencurahkan energi sepenuhnya untuk memikirkan strategi menjatuhkan orang/institusi tersebut. muncul cara-cara teknis yg setelah kita lakukan terlihat norak dan ingin direvisi dengan cara lain yg elegan. tapi kmd masih kurang puas sehingga memikirkan cara lain yang jauh lebih efektif dst.. dst.. kita lantas lupa pada tujuan hidup kita. lupa bahwa dulu pernah bercita-cita membina keluarga yg sakinah, lupa pernah berniat menjadi aktivis sosial, lupa pernah ingin menjadi penulis puisi.. ketika kita ingat, energi itu sudah tidak murni dan menjadi tipis persediaannya. lantas menjadi berharga kah obsesi membalas dendam dg semua tujuan-tujuan hidup kita??

kedua, untuk bahasan agama, sy menyerah. sy pikir kita semua pun paham apa konsekuensi yg kita lakukan kl kita memfitnah.

ketiga, kita merubah posisi: semula kita yang mungkin saja teraniaya menjadi kita yang menganiaya. kl hanya kita dan dia, artinya hanya pihak-pihak langsung yang terlibat, mungkin tidak terlalu berdampak. tp dg menyebarkan fitnah dan halusinasi tersebut ke kelompok yang lebih luas, maka apa tidak mungkin akan ada label yang muncul dari pihak-pihak lain. mereka akan bilang kita (sebagai penyebar fitnah) sebagai orang yg tidak dewasalah, tukang fitnah lah, penganiaya lah, atau entah apa lagi. apa itu baik untuk catatan hidup kita? maukah kita dikenang dg label demikian. di sisi lain, orang yg kita fitnah akan semakin "terangkat" (maaf, tp ini hukum alam..).

keempat, kita menyakiti orang yang lebih banyak. keluarganya, teman-temannya, orang-orang yg dikasihinya.

kelima dan bagi sy terakhir, selalu ada konsekuensi yang tidak tertulis, tidak terduga, tidak terhitung, tidak bisa dinalar oleh rasio, jika kita memfitnah seseorang/institusi. bagi saya pribadi ini merupakan suatu konsekuensi yg paling sy takuti yg membuat saya insyaallah bertaubat dan tidak berniat memfitnah lagi (selain krn konsekuensi kerohanian). sy nggak mau anak sy cacat atau pendek usia krn kesalahan sy.. Demi Allah, sy nggak ingin itu terjadi.

jadi sekarang, disinilah sy. mencoba mengingatkan diri sendiri dan teman-teman untuk bersikaplah dewasa. sakit hati dan iri itu manusiawi sekali.. tinggal bagaimana kedewasaan kita untuk mengekspresikan rasa sedih n sakit itu dg cara yang obyektif n rasional..

kl ada yg pernah saya sakiti hatinya, sy sungguh-sungguh minta maaf.. dari dalam hati.. dan sy nggak ingin terobsesi dg rasa sakit itu hingga ingin balik menyakiti kamu atau memfitnah kamu.

maaf..

dec 6th 2006, 09:57am

Wednesday, January 24, 2007

international language (from my fs blog)

a california friend: ramesh rampertab (we met at betelbox spore in his 3 months of journey in Asia) told me that my page is full of my mother-tounge words so that he can't read it all. .

his complaint hit me so much.. i'm 27 n still living in nowhere.. no great-n-fabulous-n-fancy job.. no cute n fussy bambinos.. the worst is even i can't express my self in an international language.. (contohnya maksa banget ;p)

pfew.. people said this must be a-quarterlife crisis. u feel so hopeless n unlikely to do anything.. but nope.. this is not a crisis. i'm just doing a backward (n also very stupid!) step. hey, at least i'm moving.. (but not kinda forward moving, andini!!). u call it crisis when the situation is so bad n everything are in the constantly no motion condition before it is decided: be gone or exist.. (ngeles ahhh...).

anyway, i''ll improve my english, i promise.. n try 2 speak my mind so loud in this international language..

*btw, there's another int'l language, instead of english.. it is L.O.V.E. poww!!*

maaf ya kl englishnya masih basic 2 ;D.. usaha toh?

0127pm oct 04, 2006

comment from Fajar:
The only thing that stop us from being more advanced in the international oommunity is the language barrier. Nobody doubts Indonesian people diligence when they really put their mind on to something, nobody raised question about Indonesian people ingenuity and local creativity, nobody wonders anymore about Indonesian technological potential should we given the chance. What we lack is our ability to communicate, both in term of language skill and how to express our ideas efficiently.You're on the right track, Grasshopper.

Monday, January 22, 2007

semua untuknya..

sy sudah berusaha memberikan semua yang diinginkannya..
bahkan sy menyerahkan mimpi dan cita-cita sy. semuanya demi menjadi orang yang ada disampingnya dan mendampinginya hingga akhir hayat.

sy melupakan keinginan sy untuk menari, mengikuti irama lagu dan melepaskan penat.
sy membuang keinginan sy untuk aktif dalam kegiatan mencintai anak-anak yang kurang beruntung krn sakit atau tidak punya keluarga.
sy menyimpan keinginan sy untuk bergabung dalam kelompok yg dapat menyuarakan aspirasi politik sy.
sy menghancurkan keinginan sy untuk bekerja di perusahaan yg lebih besar dengan karir dan penghasilan yang berlipat.

semua demi dia. semua untuk dia.
agar waktu sy tidak berkurang untuknya. agar sy tidak pernah melupakan kodrat sebagai pendamping. agar Allah tidak menghukum sy.
tapi manusia semua sama.
dia sering luput.. dia sering ingkar..
tapi Allah tidak. semoga apa yg sy lakukan mendapat sesuatu bagi kebaikan sy dan kebaikannya di akhirat nanti.
amin..

-- masih belum bisa sungguh2 mencintai Allah.. astaghfirullah.

i wish i had it all.. but i lost it.

i woke up this morning with a li'l anxious feeling.. there's so many thing happened during my weekend n i dont thing those were my best shot. i felt like i dont have what anyone has. i'm not talking about money or kind of material.

i lost my energy, my gut, my enthusiasm..

i was a high explosive kind of girl..
now i am an everyday-feel-so-exhausted girl..