Monday, January 30, 2012

Oh Hujan

Oh Hujan,

Akukah ini yang menanyakan?

Atau hanya sekadar tetesanmu yang melagukan?

Membiaskan kenyataan.

Bahwa ini hanyalah sebuah "BUKAN".

===

I miss you, Abang.


(pertama diposting di facebook tanggal 11 Oktober 2011)

Monday, December 22, 2008

.. hanya memberi.. tak harap kembali..

Saya yakin sekali kata-kata sakti itu benar adanya. Kasih Ibu adalah murni. Hanya memberi. Tak harap kembali. Tapi terkadang seorang pun bisa khilaf, termasuk seorang ibu, seperti ketika saya lihat sebuah acara di TransTV hari Minggu pagi. Kisah mengenai anak-anak yang berjualan cobek di Bandung. Mereka pergi dari Padalarang pagi-pagi, memanggul cobek berat-berat, melupakan sekolah, berharap rupiah yang tidak seberapa, kemudian kembali ke rumah, dan menyerahkan hasilnya kepada orang tuanya: ayah dan ibu. Sementara ibu menggunakan baju baru dan nampang di tv. Sementara ayah berkata bahwa ia tidak tega tapi mau berkata apa.

22 Desember. Hari Ibu.

Kasih Ibu sepanjang masa. Hanya memberi. Tak harap kembali. Saya belum menjadi ibu tapi dari dahulu saya geram sekali pada orang tua yang menyia-nyiakan anaknya, terutama jika ibu yang melakukannya. Sempat berdiskusi dengan teman mengenai apa yang bisa dilakukan, sebuah tindakan nyata dan bermakna, supaya anak-anak di seluruh dunia terlindungi, minimal di lingkungan di sekitar saya. Dulu waktu kuliah di Jatinangor, saat idealisme saya pada puncaknya, saya sempat ingin membuat suatu gerakan. Menjangkau anak-anak jalanan, memberi pemahaman kepada orang tua, dan akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka. Akhirnya saya sadar, bahwa saya terlalu berkhayal, dan segera menyimpan segala hitung-hitungan, strategi, rencana di kertas-kertas yang sempat saya pikir adalah sesuatu yang brilliant, ke dalam lemari saya.


Dalam beberapa bulan Insya Allah saya akan menjadi seorang ibu. Saya tidak punya manual book mengenai bagaimana memiliki anak, berjuang deminya, dan memastikan ia menjadi umat dunia yang berguna bagi agamanya. Saya memang memiliki contoh ibu-ibu yang luar biasa. Ibu saya dan seorang Ibu lain yang saya kagumi namun tidak bisa saya sebutkan namanya disini. Tetapi tidak menjamin bahwa saya tidak akan khilaf dan berbuat sesuatu yang salah. Saya cuma bisa meminta rahmatNYA untuk menjaga saya.


Hari ini adalah Hari Ibu. Mungkin hanya sebuah tanggal dan tidak cukup hanya dengan sebuah tanggal dalam tigaratusenampuluhlima hari kita menghargai jerih payah Ibu. Tetapi tidak perlu menjadi skeptis dan melupakan hari ini karena berpendapat, kita harus menghargai Ibu kapanpun, tidak hanya pada Hari Ibu. Mari coba menjadikan hari ini momen kita kembali mengingat Ibu dan berharap esok hari dan seterusnya kita memiliki feeling atas momen yang sama.




Selamat Hari Ibu.

-------
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS 2:233)

SMS

Hanya perlu sebuah sms lama yang dapat membolak-balikkan semuanya.
Subhanallah....

Wednesday, December 17, 2008

penuh

PUPUS - dewa

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau tak akan pernah tahu

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru kusadari
Cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang beku
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya kaupun mau

Aku mencintaimu
Lebih dari yang kau tahu
Meski kau tak kan pernah tahu
-----------


ayo anakku sayang..., mulai hari dengan senyum...
dan selalu berdoa kalau hari ini ada sedikit perubahan yang lebih baik.., walau sedikit saja.. :)))
amiin...

Sunday, December 14, 2008

bunga atau layangan

Seorang gadis kecil, pucat namun bahagia, berlari menuju hamparan ilalang di sisi bukit yang berlawanan dari kampungnya. Ia berlari tak henti, laksana ribuan pasukan gajah mengejar di belakangnya. Ia berlari seolah mengejar ujung pelangi yang penuh harta.

Di saat nafasnya hendak berkhianat dan meninggalkannya, di situlah ia melihatnya. Pangerannya. Pujaannya. Cinta sejatinya. Tak tampak rautnya, tak jelas posturnya. Hanya lambaian rambut yang diembus angin sepoi-sepoi. Gadis kecil itu tidak pernah salah menduga. Walau anak laki-laki di tengah hamparan ilalang terhalang puluhan meter itu di kerumunan ribuan orang, gadis kecil itu bisa merasakan hadirnya dan hatinya. Seperti saat itu. Gadis itu merasakannya.

Anak laki-laki itu sedang berkecamuk, di luar dan di dalam dirinya. Hatinya menangis dan remuk redam. Belahan jiwanya harus ditinggalkannya. Dan gadis itu merasakannya. Bukan dia yang diharapkan. Anak laki-laki itu mengharapkan seseorang yang lain, yang tak mungkin dimilikinya. Anak laki-laki itu mengharapkan bukan sang gadis di ujung hamparan yang membawakan bunga dan layang-layang.

Gadis kecil yang berlari, laksana ribuan pasukan gajah mengejarnya, seolah mengejar ujung pelangi yang penuh harta, itu akhirnya berdiam. Bunga dan layang-layang di genggamannya gontai membebaskan diri ke tanah berbau manis.
Pangerannya. Pujaannya. Cinta sejatinya. Tidak akan aku menyerah, sampai kamu menolehkan wajahmu padaku, wahai anak laki-laki. Sampai kamu melangkah mengarah padaku. Sampai kamu menggenggam tanganku dan memilih satu untukku. Bunga atau layang-layang. Dan kita bermain bersama selamanya.



*salah satu cerita yang akan kudongengkan nanti.. agak terlalu dewasa memang.. entahlah*
*sore ini aku mengambil keputusan yg mungkin sepele.. ayo cari uang mama... :))*

Monday, December 01, 2008

Episode

on
...
...
PLAY
...
...
...
...
pause
play
pause
play
...
...
...
OFF
...
on
...
rewind
play
pause
OFF
...
...
...
play
fast forward
pause
...
...
O(N/FF) ???


i did this for u, my baby...
291108-011208

---

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (QS3: 38)

Monday, November 24, 2008

...raise ur hands and pray...

...so raise your hands to heaven and pray
that we'll be back together someday...



bukan tidak mampu melihat realita ataupun terbutakan oleh halusinasi yang dibangun sendiri.. karena untuk sebuah perjuangan memang tidak ada limitasi apapun kecuali lepasnya nyawa..

nov 23, 2008. 21:47

---

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS2:186)

Friday, November 14, 2008

... i miss you ...

my beloved baby...,
gelapkah di dalam sana anakku..? sabar ya.. yang kuat ya..
mama kangen.. kangen banget..
apapun, bagaimanapun.., selalu berjuang bersama mama ya nak...
baik-baik sayang..

love,
ma

Monday, November 10, 2008

...

ya Allah...,
karuniakan aku kasih sayang kepada anakku seperti kasih sayang Siti Hajar kepada putranya, Ismail a.s, yang rela berlari tujuh kali dari bukit shofa ke bukit marwah..
Allahumma amiin...

Friday, November 07, 2008

selamat pagi sayang...!

assalamu'alaikum nak..,

terima kasih sayang karena tidak terpengaruh apapun pagi ini..
kita berdua sudah pernah berhasil melewati bagian terburuk.. jadi kalau sekedar kerikil yang membuat luka seperti yang kita dapat beberapa menit yang lalu.., biarkan lalu saja..
terima kasih nak, karena sudah hadir di kehidupan mama..
semoga ALLAH menjaga kita berdua.. amiin..

love,
ma

Tuesday, October 14, 2008

-- ayah yg tidak mengakui anaknya.., manusiakah..? --

Episode reality show yang cukup baru dan sy rasa cukup banyak penggemarnya, Termehek-mehek, Minggu yang lalu membuat saya menangis.

Client dalam reality show itu adalah perempuan yang bernama Maya dan ingin sekali mencari anaknya, anak hasil hubungan terlarang yang dilahirkan tiga tahun yang lalu. Ketika akhirnya bertemu dengan ayah biologis si anak, Maya harus menerima kenyataan bahwa bukan saja laki-laki tersebut tidak mengetahui keberadaan anaknya, namun juga ia menolak mengakui bahwa itu darah dagingnya. Astaghfirullah..
Laki-laki tersebut malah mengatakan bahwa ayah anak tersebut dapat siapa saja, bukan dirinya. Laki-laki tersebut berkata dengan sombong dan yakin. Walaupun tema dalam episode itu adalah pencarian seorang anak, bukan MEMPEROLEH PENGAKUAN dari seorang ayah, tapi penggalan fragmen seorang laki-laki tidak mengakui anaknya, darah dagingnya sendiri, membuat saya sangat miris.

Laki-laki lazimnya tangguh dan penuh logika, tapi kemudian ketika sampai pada hal-hal pahit yang merupakan kenyataan dan kebenaran, kenapa mereka menjadi begitu pengecut..? Nyalinya hanya sebesar kemaluannya.

Kalau saya adalah Maya, saya tidak akan mau lagi berurusan dengan laki-laki itu. Kenyataan bahwa itu tetaplah darah dagingnya tetap tak akan diingkari, tapi jangan harap seujung rambut pun laki-laki itu (baca: bajingan) bisa menyentuh anaknya.
Kalau saya adalah Maya, saya mungkin akan lebih memikirkan jawaban apa yang harus diberikan ketika ia bertanya mengenai ayahnya. Apa saya harus menjawab bahwa ayahnya adalah sekedar manusia tanpa otak yang memikat dan menggunakan topeng cinta demi mendapatkan kenikmatan? Ataukah saya harus menjawab bahwa ayahnya direnggut iblis dan tak tersisa darinya selain debu sebanyak genggaman yang hilang begitu angin menerpa?

Tidak sadarkah laki-laki itu bahwa anak yang tidak pernah diakui sebagai darah dagingnya sendiri sebenarnya dapat menyelamatkannya dari siksa neraka?
Tidak tahukah bahwa salah satu amal yang tidak terputus setelah mati adalah doa dari anak yang shaleh?

Tuesday, September 30, 2008

Kisah Seonggok Daging yang Munafik

Hai engkau...,
Tak malukah mengingkari kebenaran..?
Kebenaran yang diatasnya telah disumpah atas nama Penciptamu..?

Hai engkau...,
Tak hinakah kau menuduhnya..?
Mengkhianati dan mencabiknya...
Membiarkannya menanggung sendiri...

Hai engkau...,
Kalaulah seorang yang telah berkorban untukmu...
Di akhir jalan hanya ada kekejian yang kau berikan untuknya...
Tetapkah kau bisa berdiri dan berlagak suci..??



===

inspirasi: seorang manusia busuk yg nafasnya pun sebenarnya mematikan, yg bersembunyi di balik "putihnya pakaian".
(direvisi lagi pd 6 oktober '08.. supaya ga terlalu keras.. hehehe)

Monday, September 22, 2008

pain

maybe we like the pain...
to feel that our life is real...


(1st posting from my E71)

Wednesday, August 20, 2008

Allah yang Maha Perkasa...,
kalau keajaiban itu ada..
bolehkah aku mendapatkannya dariMu..?


*miss him so much..

Thursday, August 07, 2008

Pelangi Hitam Putih

Semua Seperti Dia
tidak bisa bersekutu dengan cinta

hanya mencari pemuas raga

yang datang dari penjaja


Semua Adalah Sama

menjelujur tali kekangnya di bawah kulit tengkuk wanita
berdalih agar hidup lebih tertata
tak peduli atas terenggutnya asa..



(katanya: "pilihanku cuma antara: mati atau tetap memujanya.."
"dan aku memilih mati sambil memujanya"
august 6th 2008, 09:20pm)

Thursday, July 10, 2008

Perempuan Itu

perempuan tanpa wajah
dari awal
hingga akhir
dan dia tetap berdiri
hati terbelah
bercucuran darah
meski dia
harus menjadi
bukan dia.


(kebayoran lama dalam kemacetan, 100708 07:41)

Sunday, June 29, 2008

untuk anakku

assalamu'laikum Sayang...,

maaf karena aku melakukannya.. tidak mendampingimu tumbuh dan belajar.. hanya menggenggam tanganmu dalam khayal..
tapi percayalah.. bahwa aku akan selalu bersamamu.. di hatiku, di pikirku..
jadi tetaplah berjalan..
jadi tetaplah tertawa..
karena dalam bahagiamu, ada aku..

wassalamu'alaikum,
mom

ps: jangan bandel ya..

Saturday, November 24, 2007

When HR and IS collide.. (sebuah tugas mata kuliah SIT)

Saya paham bahwa suatu pelatihan akan optimal dan tepat sasaran jika sebelumnya dilakukan training need analysis. Jelas itu yang terpikir di kepala saya ketika seorang rekan di kantor mengajukan proposal keikutsertaan dalam beberapa course yang berbau Information System (IS) ke departemen saya. Sempat saya memberikan comment tiga poin pada halaman depan proposal tersebut, yaitu:

  1. Kaji ulang usulan karena belum jelasnya struktur organisasi IS/IT di perusahaan (ehm, sebenarnya struktur ini peer saya. Hehehe, red )
  2. Jika ada analisis kebutuhan pelatihan yang telah diselenggarakan secara mandiri, mohon dapat disertakan.
  3. Terima kasih (hehehe, nggak penting banget ya?, red)

Problem klasik yang terjadi antara teman-teman di bagian bisnis dan support non IS/IT versus teman-teman di bagian IS/IT adalah tidak adanya keselarasan dan kesepahaman atas suatu proses di suatu bagian, selain bagian miliknya sendiri. Memang akhirnya tidak perlu letter lijk namun setidaknya ketika sudah agak tahu, tahu, atau banyak tahu, akan mengurangi praduga salah bahkan meningkatkan toleransi dan obyektivitas penilaian kinerja bidang lain.

Ok, sebelum saya berbicara pakai bahasa planet yang njlimet, skema berikut mungkin dapat membantu saya (dan juga Anda, mudah-mudahan) menjelaskan kenapa permasalahan sering terjadi antara bagian IS dengan bagian lain.



Berdasarkan skema di atas maka pelatihan dan pengembangan sumber daya IS merupakan bagian dari tahap yang paling bawah: IS Operational Plans and Budgets. Menurut saya itu output, bukan driver. Bahkan ketika muncul justifikasi akan adanya kebutuhan, saya tetap menganggapnya sebagai output. Output dari suatu pengukuran bahwa terdapat gap antara rencana dengan realisasi, strategi dengan implementasi.

Jadi memang perlu adanya strategi dan perencanaan. Kalau kita kembali lagi ke skema cantik di atas dan coba kita bahas dari atas, secara sederhana dapat dipahami bahwa perlakuan apapun terhadap IS di perusahaan kita tetap harus memiliki hubungan interaksi dengan apapun yang diperlakukan terhadap bisnis.

Langkah pertama adalah melakukan assessment, baik terhadap bisnis maupun terhadap penggunaan dan pengelolaan informasi di perusahaan kita. Ketika melaksanakan assessment ini komunikasi dan sharing diperlukan antara dua divisi/departemen yang kemudian menjadi pengayaan ketika masing-masing membuat visi. Bagi bagian IS, hasil dari tahap pembuatan visi bisnis harus menjadi referensi terhadap pembuatan visi IS: bagaimana bisnis seharusnya dalam memanfaatkan informasi-informasi. Dengan demikian, ketika IS membuat arsitektur informasi, baik dari aspek managerial maupun teknis, dapat dipastikan sudah memuat kebutuhan-kebutuhan bagian bisnis.

Visi dan arsitektur informasi kemudian mempengaruhi pembuatan business strategic plan. Selanjutnya hasil dari tahap strategic plan di bagian bisnis ini menjadi referensi bagi pembuatan strategic plan di bagian IS. Akhirnya strategic plan bagian IS dijabarkan dalam rencana operasional dan anggaran di bagian IS dengan tetap didasarkan pada rencana operasional dan anggaran di bagian bisnis.

Mudahnya, seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwa: apapun perlakuan perusahaan terhadap IS tidak terlepas dari apapun perlakuan perusahaan terhadap bisnis. Saling menjadi referensi. Dan interaktif.

Kembali ke permasalahan di perusahaan saya yang diceritakan di awal, semestinya memang tidak serta merta dapat diputuskan: OK atau TIDAK OK semata.

Pada beberapa waktu lalu, sekitar tahun 2005 telah diinisiasi penyelarasan antara bagian bisnis dan IS di kiSEL, baik dari tahap assessment, pembuatan visi maupun perumusan strategic plan. Ide menerapkan Enterprise Resources Planning (ERP) kemudian menjadi pemicu perhatian kepada dunia Information System and Technology yang sebelumnya dianggap belum perlu menjadi "sesuatu" di perusahaan kami.

Dan begitulah akhirnya bergulir. Sampai ketika pada Maret 2006 akhirnya diputuskan bahwa semua penggunaan sistem yang ada di perusahaan kami dievaluasi. Untuk implementasi program ERP dan Balanced Score Card (BSC) kemudian digugurkan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perusahaan kami saat ini, ketika kejadian di atas - permintaan pelatihan IS oleh seorang rekan - berlangsung, berada pada kondisi terbatas. Benar-benar terbatas. Tidak ada assessment terhadap penggunaan dan pengelolaan informasi, tidak juga ada visi tentang bagaimana bisnis seharusnya memanfaatkan informasi, apalagi pembuatan strategic plan dalam bidang IS.

Dalam kondisi tersebut idealnya dapat menjadi tantangan bagi teman-teman di IS untuk berkreasi. Mulai mempelajari kembali bisnis perusahaan dan membuat tahapan-tahapan seperti dalam skema di atas. Kemudian mengkomunikasikannya, baik melalui media formal maupun media informal, yang selanjutnya menjadi referensi bagian support, seperti bagian saya: Pengembangan SDM, untuk membuat program kerja dan anggaran. Dengan demikian ketika muncul permintaan untuk pengadaan pelatihan atau untuk pengadaan tenaga kerja di bidang IS atau apapun terkait IS, dapat dipenuhi dengan efektif dan efisien.

------

(sejujurnya idenya sudah muncul dari ketika tugas diberikan, namun karena diendapkan terlalu lama dan baru saya lanjutkan lagi tanggal 18 desember, saya pun menemui kesulitan untuk membuatnya sealur, nyambung, runut. ceuk urang sunda mah: heunteu align pisan..)

sekali lagi, tulisan ini didedikasikan untuk DIA..

Friday, October 19, 2007

ketika hari raya coba berdandan



ternyata tidak juga dapat menghapus lara ya.. coba lihat mata saya.. ya sudahlah..

Wednesday, October 10, 2007

semoga menjadi fitrah..

ramadhan ini ujian yang saya dapatkan cukup berat.. permasalahan-permasalahan keluarga dan sahabat, yang menyita seluruh energi saya hingga saya merasa hampir hilang dari semua hal-hal nyata, sampai dengan hanya sekedar remeh-temeh memenuhi setiap sela waktu dan alam pikir saya. alhamdulillah saya baik-baik saja. alhamdulillah saya tidak berubah menjadi liar.

ada dua hal dari ujian-ujian itu yang membuat saya banyak belajar. tema keduanya adalah kehilangan orang yang sangat dicintai. pertama adalah seorang sahabat yang kehilangan anak tercintanya setelah dilahirkannya 2 jam. kedua adalah seorang yang (pernah) bijak dan (masih) sangat saya sayangi yang kehilangan dirinya sendiri.

saya belajar bahwa semua bisa saja berubah atas kehendak Allah SWT. apa yang tidak mungkin menjadi mungkin. yang mungkin menjadi tidak mungkin. dan itu dapat terjadi saat ini juga. tidak perlu hitung-hitungan menyebalkan atau penalaran merumitkan. yang terjadi, terjadi.

karena itu, saya mohon maaf atas semua kesalahan yang saya pernah buat kepada seluruh yang mengenal saya. bukan basa-basi atau tradisi. sungguh-sungguh saya mohon maaf. Demi Allah mohon maaf..
semoga Allah SWT memaafkan kita semua dan menjadikan kita fitrah kembali.. amin ya rabbal 'alamiin..

selamat hari raya.

wassalam,
andini

Thursday, October 04, 2007

depan menjadi belakang

.. Dan, adalah karunia Allah atasmu sangat besar. (QS4:113)

seperti mimpi..
kala jariku menyentuh jarimu
membaurkan satu aku, satu kamu
melupakan bahwa aku satu, kamu satu
silih ganti menjadi bayang-bayang bagi yang lainnya
menyejajari dan menjaga
kadang memuai lalu menyusut
demi istana di langit yang pada lampau begitu indah.

tapi ternyata memang hanya mimpi..
atau mungkin ilusi tukang sulap
yang tak menghentikan luka, tak mengangkat derita
ketika tak ada lagi yang disembunyikan
bahkan dalam keliman
dia hanya berkata,"maaf.., waktu kamu sudah habis"

041007 08:57am

---------
bi.., aku menulis lagi.. krn perih sekali..

Tuesday, September 11, 2007

yuk donor yuk..

pagi-pagi saya diberitahukan bahwa ada kegiatan donor darah di gedung tempat kantor kami berada. saya ingin sekali.. tapi tentu memerlukan izin dari suami mengingat saya akan memberikan sebagian milik saya.

akhirnya sekitar pukul 10 saya turun menuju lantai 2, tempat diselenggarakannya kegiatan pendonoran bersama 2 rekan kerja. yang paling exciting? tentu saya. yang paling nervous? tentu saya. yang paling cantik? tentu saya. he3, yg terakhir hanya sisa-sisa upaya narsis di tengah ketakutan akan jarum suntik.


langkah pertama, saya memberikan lembaran informasi mengenai diri saya ke meja pendaftaran. nomor antrian saya 131. saya tanya, habis ini apa? katanya, ya tunggu saja.. boleh ke kamar mandi? silahkan. dan saya pun ke kamar mandi untuk membuang sebagian kegugupan saya.

kemudian dengan gaya ala orang udik tiba di jakarta, saya pun bercelingak-celinguk secara demonstratif. semua orang tampak sibuk sendiri. apa tidak ada yang ingin menolong dan memberi tahu saya..? (halaahhh.., bossy nya kumat lagi..) baru kemudian saya diberi tahu bahwa saya boleh menunggu giliran pendonoran sambil sarapan. menunya? indomie rebus, telur rebus, susu (untung bukan) rebus. saya hanya minum susu. jenis yang pertama hanya saya makan sekitar sebulan sekali, paling banyak. jenis yang kedua, belum pernah saya makan seumur hidup saya. jadi yang cocok memang hanya susu.

dari tempat saya menunggu, saya melihat banyak sekali ibu bapak yang berbaring, diambil darahnya sambil dikelilingi rekan-rekannya, entah untuk memberi motivasi atau malah menyela. saya tambah gugup lagi. bagaimana kalau.. bagaimana kalau..
ahhh.., untung ada perempuan manis. yang badannya kecil dan tampaknya laris. wah, kalau dia bisa maka saya mesti bisa.. semangat saya muncul lagi.

lama menunggu dengan kobaran akibat sang rival, akhirnya nama "andini" diserukan oleh seorang bapak. diulang sampai 3x tanpa jeda lama, seolah-olah saya adalah kandidat yang ragu-ragu dan perlu diberi tahu kepada dunia bahwa saya terseret-seret datang untuk diambil darahnya. saya datang dengan gagah berani.

"andini eka hapsari, pak?"
"iya, andini."
"andini eka hapsari bukan?"
"iya.. andini ngg.. sebentar.. ngg.. andini eka sri" (huuuuuuu.., pasti kalau ada om cucung dipukulin deh ni orang)
"hapsari," koreksiku tenang

mungkin dalam hati orang itu mau ngomong, "iya.. hapsari.. ckckck.., habis sarapan apa ya cewek cantik ini smp cerewet banget..?"

ternyata baru tes golongan darah. yah.., jarum pertama deh.. saya kan sudah tahu golongan darah saya, memangnya tidak boleh melewatkan tahap ini? saya sibuk menelepon suami saya. saya takut. tapi telepon gagal terhubung. dan karena saya dikomentari,"kalau masih takut nggak usah saja", saya jadi semangat lagi. syukurnya tidak terasa sakitnya tidak sampai 1ml darah saya diambil.

"golongan O ya?"
"iya" (saya bilang juga apa..)

kemudian saya diminta untuk tes tekanan darah saya. pindah meja dan ngantri lagi deh. mungkin penentuan lay out antara meja dengan meja tidak pakai process oriented layout ya.. (maaf, pamer.. :P)

di meja tekanan darah saya ditanya,

"berat badan berapa?"
"46 kg, eh.. 45"
"pokoknya nggak boleh kurang dari 45 ya.."
"iya.."
"kalau kurang dari 45 nggak jadi ya.."
"iya.."
"pernah operasi?"
"belum"
"pernah pingsan?"
"belum"
"lagi mens?"
"nggak"
"belum nikah ya?" (pertanyaan paling saya sukai. orang-orang sering menuduh saya belum menikah)
"sudah"
"lagi hamil nggak?"
"nggak"
"menyusui?"
"nggak" (eh.., salah.. sedang menyusui mestinya *senyum nakal*)
"pernah typhus, malaria?"
"nggak (untuk typhus).. nggak (untuk malaria).."

jeda lama. si pemeriksa melihat hasil akhir tensi saya.

"ibu nggak bisa donor" dengan nada sedingin es. huuuh.., mestinya dengan penghiburan dunk..
"o ya?"
"ibu darahnya rendah.." (mungkin ada kaitannya dengan tinggi badan ya?)
"..."
"data ibu saya simpan ya.."
"iya.."

si pemeriksa menatap memohon agar saya segera berdiri karena antrian yang banyak. saya berdiri. berjalan menjauh tapi kembali lagi ke si pemeriksa tensi. sebelum ia gusar saya sudah bertanya padanya.

"memang tekanan darah saya berapa?"
(dia lihat file saya)
"90 per 60" (90+60=150.. tuh kan benar.. ada sedikit korelasi dengan tinggi badan.. hihihihi.. mungkin begini ya.. total tekanan darah = tinggi badan-(0.03*tinggi badan). huahahahaha.., ngaco paling jagoan sedunia)
"oh.. makasih"

dan begitu saja cerita keberanian saya yang tidak sampai teruji. sempat agak patah hati juga karena saya ingin merasa berarti apabila ternyata darah saya yang hanya sedikit itu dapat membantu orang lain.
ah.., mungkin lain kali.. mungkin bukan dengan donor saya dapat menyebarkan kasih sayang seperti yang disampaikan dalam kultum saat maghrib kemarin.

----

bi.., makasih..

Monday, September 03, 2007

Ke Jakarta Aku 'kan Kembali...

iya.., sejauh-jauh bangau terbang pasti akan kembali ke kubangan juga. sejauh-jauh saya pergi, saya kembali ke jakarta juga. setelah 5 hari di jogja dan bandung (walaupun ini bukan tempat terjauh yang pernah saya kunjungi), hari ini saya ada di jakarta. karena mencintai jakarta? karena merasa jakarta adalah "rumah"? karena jakarta tempat saya mengadu nasib?
bukan. saya kembali ke jakarta karena kekasih saya, yang menjadikan saya cita-cita dan penyeimbang hidupnya, ada di jakarta.

saya pernah berkata kepada kekasih saya itu (yang juga adalah suami saya) bahwa saya lebih menyenangi tinggal di suatu tempat yang sepi, tidak hiruk pikuk, udara segar dan dingin, dimana pagi setelah mengantar suami hingga pintu depan saya dapat mengajak anak saya berjalan nyeker di halaman luas penuh pohon. saya cuma minta satu: laptop dan akses internet. karena setelah menyuapi, memandikan, melimpahi cinta dan menidurkan malaikat saya, saya bisa terkoneksi dengan dunia luar, menyejajari wawasan supaya suami saya tidak merasa menikahi seorang ibu rumah tangga saja, supaya suami tetap merasa bangga dan tak pernah berpaling. saya berjanji kepadamu suamiku, kekhawatiranmu tidak akan pernah terjadi: bahwa waktu luang saya dengan internet hanya untuk berblogging-blogging ria.

kenyataannya, saya masih ada di jakarta. tidak ada rumah di pegunungan dengan hamparan rumput dan pepohonan luas di sekelilingnya. tidak juga ada laptop dan akses internet 24 jam di rumah. lebih utama, tidak ada anak yang dapat saya suapi, mandikan, limpahi cinta dan tidurkan.
tapi saya selalu mencintainya. mencintai laki-laki yang menjadikan saya tujuan dan penyeimbang hidup saya. maka kembalilah saya ke jakarta.

------

aktivitas kuliner saya di jogja dan bandung nggak terlalu variatif nih.. bakso pak topi depan novotel tempat saya nginap dan bertemu akbar tanjung, pejabat2 golkar, olivia zalianti; cak koting (untuk yg kesekian kalinya); sate samirono (ada hendropriyono dan rombongan); tahu gejrot dan es goyobod (ini mah di kliningan - bandung); cilok amburadul ala king's kepatihan; dan makanan empat sehat lima sempurna ala kawaluyaan II no 22 (eh, kecamatan kami bukan marga cinta lagi, tapi jadi buah batu. hihihi)

Friday, August 31, 2007

untukmu kekasih

oh penjahat yang patah hati..,
sudah hilangkah nuranimu kini..?


300807 10:07