Thursday, February 01, 2007

Dendam Perempuan

Laki-laki semua sama.

Dia dapatkan yang dia mau
semua perhatian dan cinta mutlak
Kemudian dia lupa
bahwa semuanya mesti imbang
Dia tidak pergi
tidak meninggalkan
Berdiri saja
Memandang dari sudut ruang
dengan angkuh
dengan iba-sinis-penuh kemenangan
dengan mengguratkan sobekan di nadi perempuan

Perempuan berdarah-darah sampai mati
tapi tidak menangis
Laki-laki tidak pergi-tidak meninggalkan-berdiri saja-memandang dari sudut ruang
dengan angkuh

dengan iba-sinis-penuh kemenangan
dengan khayalan penguasa.

6 comments:

Iman Brotoseno said...

kata basofi sudirman (dahulu) dalam lagunya..." Tidak semua laki laki.."

kodokijo said...

betul, tidak semua laki-laki, hanya masalahnya, yg "tidak semua laki-laki" itu yg tidak pernah terceritakan.

Anonymous said...

sejak dulu wanita dijajah pria...
wanita dijajah pria sejak dulu...

bayangin branding pake lagu ngetop kaya gini ditegasin sampe dua baris coba...

wanita dijajah dan dibela kok..jadi nyate aja...dunia ini dah dibuat ada jahat ada yang baik, intinya ga item putih

Anonymous said...

nyantei maksudnya

Trian Hendro A. said...

yg bisa buat puisi seperti ini adalah yg sedang 'tersakiti' oleh laki-laki.
dan laki-laki yang 'tersakiti' pun bisa membuat puisi serupa.

sakit itu milik semua manusia, pun air mata juga.

STAR said...

mas-mas.. mau deh kapan2 gantian aku yg baca kisah laki2 korban perempuan gimana..? hehehe..